5 Fakta Bom Medan, Aksi Bunuh Diri yang Lukai 6 Orang

14 Nov 2019 09:31 Nasional

Ledakan bom mengagetkan Markas Polrestabes (Mapolrestabes) Medan, Sumatera Utara, Rabu 13 November 2019 pukul 08.45 WIB.

Seorang pria bernama Rabbial Muslim Nasution melakukan aksi bunuh diri. Ledakan yang terjadi itu cukup menyita perhatian nasional.

Berikut ini 5 fakta terkait bom bunuh diri yang melukai enam orang tersebut:

1. Ledakan Bom di Loket Pengurusan SKCK

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) tengah diburu para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), karena menjadi salah satu syarat pendaftaran.

Pelaku bom bunuh rupanya mengamati situasi tersebut. Sehingga ia nekat meledakkan diri di depan kantin dekat loket pengurusan SKCK.

2. Lone Wolf

Pihak kepolisian memastikan bahwa pelaku dari bom bunuh diri hanya berjumlah satu orang atau lone wolf. Nama pelaku adalah Rabbial Muslim Nasution (RMN) alias Dede (24), yakni seorang pelajar atau mahasiswa.

3. Enam Orang Korban Terluka

Akibat dari aksi bom bunuh diri tersebut, sebanyak empat orang petugas kepolisian, satu orang pegawai harian lepas (PHL), dan satu orang warga sipil Polrestabes Medan terluka.

Kompol Abdul Mutolip, Kasi Propam Polrerabes Medan mengalami luka tangan kanan robek. Kompol Sarponi, KasubBag Bin Ops Polrestabes Medan mengalami luka robek bokong sebelah kanan.

Aipda Deni Hamdani, Brigadir Si Propam Polrestabes Medan mengalami luka-luka terkena serpihan. Selanjutnya Bripka Juli Chandra, Brigadir Si Propam Polrestabes Medan mengalami telingan sebelah kanan tidak bisa mendengar.

Ricard Purba, PHL Bag Ops mengalami luka memar di wajah dan lengan, dan Ihsan Mulyadi Siregar, 27 tahun, warga Bakti Suka Dono, Tanjung Gusta Kec. Sunggal, mengalami luka di pinggul sebelah kiri terkena serpihan.

4. Bom Dililit di Pinggang

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pelaku ledakan menggunakan bom pinggang saat melancarkan aksinya.

"Bom-nya dililit di tubuh. Bom pinggang. Ada baterai, plat besi metal kemudian ada sejumlah paku banyak ada beberapa irisan kabel itu akan didalami. Ada potongan tombol switch on-off," terangnya saat jumpa pers, Rabu 13 November 2019.

5. Pelaku Pakai Jakat Ojek Online

Saat melakukan aksinya, pelaku bom bunuh diri mengenakan jaket salah satu perusahaan ojek online (ojol). Tetangga menyebut pelaku bekerja sebagai driver ojol. Namun pekerjaan itu diduga sebagai penyamaran.

Buntut bom bunuh diri ini, driver ojol dilarang masuk ke seluruh kantor polisi. Petugas bersenjata laras panjang dan unit anjing polisi K9 disiagakan di pintu masuk.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini