Gunung Bromo, salah satu destinasi wisata alam yang diusulkan untuk dibuka kembali. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

5 Destinasi Wisata Alam Segera Dibuka Pemkab Probolinggo

Jawa Timur 30 June 2020 20:30 WIB

Menyongsong adaptasi kebiasan baru (AKB) atau new normal, Pemkab Probolinggo, Jawa Timur segera membuka lima destinasi wisata alam. Terkait rencana pembukaan lima destinasi wisata itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covod-19 Kabupaten Probolinggo akan melakukan verifikasi kelayakan dan kesiapan pengelola dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Insya Allah, lima destinasi wisata alam segera dibuka, tinggal menunggu persetujuan dari Bupati Probolinggo,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, Selasa, 30 Juni 2020.

Disporaparbud menindaklanjutu surat edaran (SE) dari KLHK, Kemenkes, dan Gubernur Jawa Timur terkait penyiapan pembukaan destinasi wisata dalam menyambut new normal.

Kelima destinasi wisata alam di Kabupaten Probolinggo itu meliputi, kawasan Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura dan Air Terjun Madakaripura di Kecamatan Lumbang. Selain itu, Pantai Bentar di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending dan Pantai Bohay Desa Binor, Kecamatan Paiton. Terakhir, kawasan wisata Desa Bermi, Kecamatan Krucil.

Tim monitoring, kata Sugeng, akan meninjau kelima objek wisata itu. “Selain meninjau kesiapan protokol kesehatan, tim akan melakukan simulasi arus wisatawan,” imbuh dia.

Disinggung pemilihan lima destinasi wisata tersebut, Sugeng mengatakan, untuk mewakili wilayah-wilayah tertentu yakni, barat, tengah, timur, utara, dan selatan. Alasan lain, karena dari sisi kelengkapan dan kesiapan, kelima destinasi itu dinilai memenuhi syarat.

Gugus Tugas Covid-19 tidak hanya melakukan verifikasi di awal pembukaan destinasi wisata. Tetapi juga melakukan evaluasi setiap dua pekan sekali.

“Evaluasi itu untuk mencegah terjadinya potensi penularan Covid-19 karena tempat wisata menjadi tempat berkumpulnya banyak manusia,” katanya.

Sehingga jika muncul kasus Covid-19, kata Sugeng, destinasi wisata itu langsung ditutup kembali. Sehingga pembukaan tempat-tempat wisata itu harus dipersiapkan secara matang dan detail.

Verifikasi kelayakan pembukaan kembali destinasi wisata mulai dilakukan Rabu, 1 Juli 2020. “Tidak hanya destinasi wisata saja yang diverifikasi, tetapi juga pendukungnya seperti hotel dan restoran di kawasan wisata,” kata mantan Camat Tongas itu.

Rencana pembukaan lima destinasi wisata alam itu disambut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo P. Djamaludin. Dikatakan para pengusaha hotel, restoran, hingga homestay, juga pelaku wisata lain terutama di kawasan Gunung Bromo sudah sekitar empat bulan “berpuasa.”

“Mudah-mudahan dengan dibukanya kembali tempat-tempat wisata, roda perekonomian di Kabupaten Probolinggo segera berputar lagi,” kata Yoyok, panggilan akrab Digdoyo P. Djamaludin.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 18:20 WIB

Wapres Bicara Soal K-Pop

Nasional

Wapres Ma'ruf Amin berharap K-Pop mendorong anak-anak muda Indonesia

20 Sep 2020 18:16 WIB

Satpol PP Pemkab Banyumas Dilarang Pakai Masker Scuba

Nasional

Dilarang pakai masker scuba di lingkungan Satpol PP Pemkab Banyumas.

20 Sep 2020 18:09 WIB

Mendikbud: Sejarah Adalah Tulang Punggung Identitas Bangsa

Nasional

Mendikbud pelajaran sejarah akan dihapuskan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...