5 Ancaman yang Pernah Diterima Presiden Jokowi

16 May 2019 07:05 Nasional

Ancaman dari pria bernama Hermawan Susanto, ternyata bukan yang pertama kali dialami Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mendapat ancaman pengeboman Balai Kota DKI Jakarta.

Sementara itu, pemilik akun @AchmadBassrofi sempat membuat heboh warganet. Pasalnya, pemilik akun menuliskan kicauan akan membunuh Jokowi. Ancaman juga dilontarkan Bahar bin Smith saat sidang kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur di Pengadilan Negeri Bandung.

Berikut ini 5 fakta di balik ancaman terhadap Presiden Jokowi:

1. Penggal kepala

Hermawan Susanto harus berurusan dengan polisi setelah video tentang ancaman kepada Jokowi menjadi viral. Polisi menangkap pria 25 tahun, warga Palmerah itu di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pada Minggu 12 Mei 2019 pukul 08.00 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pelaku dikenai pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara, yakni Pasal 104 KUHP.

Selain itu, HS juga dikenai UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yaitu pasal 27 Ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Presiden Jokowi hanya mengatakan sabar ketika mendengar ancaman warganya di media sosial. "Ini kan bulan puasa. Kita semuanya puasa, yang sabar," kata Jokowi merespons ancaman tersebut seusai meresmikan Tol Pandaan-Malang di Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Senin 13 Mei lalu.

Tindakan Hermawan Susanto yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi dilaporkan oleh relawan pendukung Jokowi yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania.

Bahar bin Smith
Bahar bin Smith.

2. Bahar bin Smith ancam Jokowi usai keluar dari penjara

Terdakwa Bahar bin Smith mengungkapkan kekesalannya usai sidang kasus dugaan penganiayaan terhadap dua anak di bawah umur. Hal itu diungkapkan Bahar saat keluar dari Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, tempat sidang kasusnya.

"Tunggu saya keluar, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya, akan dia rasakan," kata Bahar, pada 14 Maret 2019.

Sementara itu, pihak kepolisian langsung mencoba menyelidiki apakah ungkapan tersebut bermuatan ancaman. "Nanti dari Polda Jabar itu akan mempelajari apakah ucapan verbal seperti itu masuk dalam kategori ancaman. Itu nanti yang akan dipelajari oleh Polda Jabar," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan.  

3. Tembak mati Jokowi dan keluarganya

Pemilik akun Twitter @AchmadBassrofi, menuliskan kicauan yang mengancam keselamatan Presiden Jokowi dan keluarganya. Akun Twitter @AchmadBassrofi tersebut menuliskan kicauan balasan milik akun @JajangRidwan19 pada 15 Januari 2018 pukul 10.43 WIB.

Kicauan balasan yang dibuat oleh akun @AchmadBassrofi itu berbunyi, "Tembak mati jokowi sampai darah keturunannya memakai mandat utama patriot kepahlawanan para pahlawan pejuang bangsa dan negara kesatuan republik indonesia(indonesia) sah dan mutlak menjadi pahlawan tunggal negara negara kesatuan republik indonesia(indonesia)."

Setelah viral, tim penyidik Polresta Surakarta memburu sosok akun @AchmadBassrofi yang telah memiliki 64 pengikut itu.

4. Balai Kota DKI Jakarta diancam bom

Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta mengatakan, ancaman bom di Balai Kota DKI Jakarta pada 19 Juli 2014 ditujukan untuk Jokowi.

"Aku enggak terlalu ingat ancamannya gimana, tapi yang pasti bilang, 'Hati-hati Pak Jokowi, kalau pulang lagi ke Balai Kota, kita bom kantornya'. Di situ, dia panggil Pak Jokowi dengan sebutan 'Si Jawa'," kata Ahok kala itu.

Dia mengaku tidak mengetahui siapa oknum yang mengirimkan pesan ancaman pengeboman tersebut. Namun, dia langsung memerintahkan agar gedung dan kawasan di Balai Kota disterilkan.

5. Jokowi mengaku diancam dibunuh saat hendak nyapres

Saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sempat mendengar dirinya akan dibunuh gara-gara ikut mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2014. Jokowi pun menanggapi informasi itu dengan santai. Bahkan dirinya menjelaskan, jika ada ancaman tersebut, dirinya tak akan menyiapkan pengamanan khusus.

Sambil bercanda, Jokowi mengaku telah merasa aman karena selama ini selalu mendapat pengamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). "Satpol PP yang jaga saya banyak, ada 7.000 satpol PP," kata Jokowi seusai upacara peringatan HUT Ke-64 Satpol PP DKI Jakarta dan HUT Ke-52 Satlinmas, di Tugu Monas, Jakarta, 27 Maret 2014. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini