5 Alasan Tangisan Sang Ratu Palsu Keraton Agung Sejagat

24 Jan 2020 16:36 Nasional

Keraton Agung Sejagat runtuh. Fanni Aminadia harus turun takhta karena diciduk polisi. Kini, ia hanya bisa meratapi nasib dipenjara.

Untuk diketahui, Totok Santoso dan Fanni Aminadia dijerat pasal penipuan dan membuat onar terkait dengan keberadaan keraton abal-abal di Purworejo, Jawa Tengah.

Akibat dari masalah tersebut, Fanni Aminadia beberapa kali terlihat menangis sejak ditangkap maupun selama dalam tahanan polisi.

Pasangan raja palsu Totok Santoso Hadiningrat itu membeberkan alasan dirinya tak bisa membendung air matanya.

1. Tangis pertama ratu diketahui publik saat jumpa pers yang dipimpin Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel.

2. Fanni Aminadia baru tahu penggalangan dana dari pengikut Keraton Agung Sejagat.

3. Perempuan berusia 41 tahun ini merupakan ibu dari dua orang anak. Dia juga mengalami keguguran pada akhir Desember 2019 lalu. Janinnya dikubur di rumah kontrakan 'raja' Totok Santoso di Sleman.

4. Tangisan 'ratu' kembali pecah ketika mengingat kondisi keluarga dan anak-anaknya yang masih kecil. Dia ingin mereka bisa bersekolah dengan biasa dan tidak di-bully.

5. Sanksi sosial lebih berat dibanding hukuman badan. "Saya sudah menerima sanksi sosial bertubi-tubi. Mohon tidak dulu dihakimi, lihat prosesnya," pinta Fanni Aminadia.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini