Pilihan ngopi para
Pilihan ngopi para "Kartini" yang hanya suka aroma kopi. (Foto:Istimewa/instagram coffee.artist)

5 Alasan Para "Kartini" Memilih Kopi Syantik

Ngopibareng.id Coffee & Resto 22 April 2019 18:00 WIB

Hari ini masih terasa "Ngartini" banget. Ngartini itu maksudnya serasa seperti Kartini. Hari Kartini 21 April, hari ini sudah 22 April. Sudah lewat sehari, tapi atmosfirnya masih bertegangan 21 April.

"Kartini" mana yang zaman sekarang tidak suka kopi? Tidak suka ikut kongkow di tempat kopi, kedai, atau coffee shop? Cukup sulit menghitungnya bukan?

Dibandingkan lelaki, "Kartini" (baca: perempuan) memang punya gaya sendiri kalau sudah masuk tempat kopi. Seperti biasa sering dilihat, lampu motornya riting kiri ehhh tak tahunya malah belok kanan. Masuknya warung kopi ehhh ndilalah pesannya teh manis saja.

Kacau? Tidak! Anggap saja itu lumrah. Jangan pula ditertawakan ya.

Aroma kopi nyaris semua perempuan menyukainya. Kalau tidak begitu mana ada diciptakan khusus parfum beraroma kopi. Laris manis bukan main.

Meski menyukai aroma kopi, mereka acap kali ogah menyeruput kopi. Pahittt, katanya. Gak bisa tidur, katanya lagi. Asam lambung, alasan yang lain. Maag akut, dan seribu alasan lagi. Tapi intinya, aslinya, perempuan enggan menyeruput kopi.

Namun tempat ngopi sudah terlanjur jadi trade mark. Kadang, juga cerminan sebuah kelas sosial. Apalagi, kalau coffee shopnya, sering dikunjungi atau tempat kongkow orang-orang hebat dan terkenal. Mencobai tempat seperti itu rasanya menjadi perlu. Wajib bahkan.

Tentu ini kendala untuk perempuan yang hanya suka aroma kopi. Lalu apa pilihannya kalau sudah riting kiri tapi beloknya ke kanan? Ada yang keren pastinya. Kedai-kedai, coffee-coffee shop pasti punya menu pilihan. Biasanya, sebutannya adalah kopi cantik. Andainya ada Syahrini, pasti dia akan menyebut sebagai kopi syantik.

Seperti dalam foto, itu dia ngopi syantiknya: warna kuning, bisa banana latte atau durian latte. Warna merah strowberry latte. Yang biru tarro latte. Hijau? Green tea latte. Jelas sudah alasannya, pertama tidak berkafein. Kedua, tidak bikin lidah pahit. Ketiga, bisa diminum di coffee shop yang keren. Keempat serasa minum dua macam rasa, susu dan buah, juga tea. Kelima, bisa untuk selfie, lalu buat status di media sosial.

"Ini kopi Kartiniku hari ini, mana kopimu?" kata sebuah status medsos, dan diposting hari ini. (widikamidi)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Aug 2019 09:00 WIB

Kata Penyair: Ngopi itu Metafor Peristiwa Anggur di Alkitab

Ngaji Kopi

Puisi selalu memiliki metafor, dan kopi sering jadi pusaran metafor penciptaan puisi.

25 Jun 2019 09:41 WIB

Tubruk Kopi Hot Bitter Sweet

Coffee & Resto

Tubruk, sensasi Indonesia untuk sajian kopi. Metode ini bahkan dipakai dunia untuk menentukan citarasa kopi.

08 Apr 2019 10:30 WIB

Ngopi Aja Kok Repot, Pokok Bau Kopi Sikattt! 

Ngaji Kopi

Urusan ngopi harus repot. Itu semboyan yang perlu dijaga agar penikmat kopi bisa betemu dengan kopi yang enak dan sehat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...