Ilustrasi Kantor Wali Kota Massar. (Foto:Prov.Sulsel)

40 SK Wali Kota Makassar untuk Mutasi ASN Resmi Dibatalkan

Pemerintahan 17 July 2019 16:24 WIB

Sebanyak 40 surat keputusan terkait mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diteken Wali Kota Makassar periode 2014-2019 Moh Ramdhan "Danny" Pomanto resmi dibatalkan.

Pembatalan tersebut merujuk pada surat Pelaksana Tugas Ditjen OTDA Kemendagri RI Nomor 019.3/3692/OTDA tanggal 12 Juli 2019 dan surat Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara nomor B-2237/KASN/7/2019 tanggal 10 Juli 2019.

Melalui Rekomendasi Penataan Pejabat atau Jabatan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Makassar tersebut dinstruksikan kepada Pejabat Wali Kota Makassar agar segera mengembalikan sekitar 1,228 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Makassar yang sebelumnya dimutasi oleh Danny.

Pengembalian tersebut setelah dilakukan evaluasi dan penataan kembali terkait 40 SK Walikota sejak tanggal 4 Juni 2018 sampai dengan 8 Mei 2019 lalu. Kemendagri memberi waktu paling lambat 22 Juli 2019 untuk menyampaikan usul penggantian pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Makassar melalui Gubernur Sulawesi Selatan.

"Saya kira dengan pengumuman ini tentu akan ada banyak ASN yang resah akan kepastian jabatan dan posisi mereka, beserta tunjangan-tunjangan yang mungkin sudah diterima oleh teman-teman sekalian," kata Gubernur Nurdin Abdullah yang membacakan rekomendasi Penataan Pejabat/Jabatan ASN di Lingkungan Pemkot Makassar saat upacara Hari Kedisiplinan Nasional Tingkat Forkopimda Kota Makassar di lapangan Karebosi, Rabu.(an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Jun 2020 21:25 WIB

Dibungkus Sarung, Jenazah PDP di RS Dadi Makassar Dibawa Kabur

Nasional

Video 7 orang membawa kabur jenazah PDP di RS Dadi Makassar viral.

02 Jun 2020 10:48 WIB

Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Ini Alasan Pemerintah RI

Nasional

Menjaga keselamatan diri diutamakan bagi umat Islam

30 May 2020 15:30 WIB

Dinkes Imbau Satgas yang Seret Keluarga PDP di Makassar Persuasif

Nasional

Kesabaran satgas Covid-19 lebih persuasif dengan keluarga pasien.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...