Satu bayi berjenis kelamin laki-laki dn 3 perempuan ini lahir dari program bayi tabung pasangan Luh Gede Irin Pradnyawati dan Putu Agra Ricna Sukarmawan.

4 Tahun Menikah Dapat Momongan Bayi Kembar Empat

SapaDokter 01 September 2018 12:00 WIB

Pasangan suami istri Luh Gede Irin Pradnyawati dan Putu Agra Ricna Sukarmawan tengah berbahagia.

Bayangkan saja, selama empat tahun menikah, pasangan ini belum diberi momongan. Irin bahkan divonis sulit hamil secara alami. Alasan inilah yang akhirnya membuat Irin dan Agra akhirnya memutuskan untuk menjalani program bayi tabung.

Setelah menjalani berbagai prosedur program bayi tabung, Irin akhirnya dinyatakan positif hamil. Saat pemeriksaan pertama, terlihat ada tiga calon janin dalam kandungan Irin.

Sebulan berikutnya ternyata ditemukan jumlah bayi tersebut ada empat, dan sudah punya detak jantung masing-masing.

Selama 31 minggu mengandung buah hatinya, Irin akhirnya melahirkan keempat bayinya melalui proses persalinan caesar di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Denpasar, Bali pada 1 Agustus 2018 lalu.

Lantaran keempat bayi tersebut lahir secara pematur, maka tim dokter baru mengizinkan Irin dan Agra membawa pulang keempat bayinya pada hari ini, Sabtu 1 September.

Pasangan Luh Gede Irin Pradnyawati dan Putu Agra Ricna Sukarmawan konferensi pers bersama tim medis RSIA Puri Bunda Denpasar Bali Sabtu 1 September 2018Pasangan Luh Gede Irin Pradnyawati dan Putu Agra Ricna Sukarmawan konferensi pers bersama tim medis RSIA Puri Bunda Denpasar, Bali, Sabtu 1 September 2018.

Bayi-bayi dari program bayi tabung itu dalam kondisi sehat. Mereka pun telah diberi nama masing-masing, yakni Putu Agartha Delano Rinandra beratnya 1660 gram, Made Anaila Zeina Rinandra berat 1530 gram, Komang Anaira Isyani Rinandra berat 1479 gram, dan Ketut Anaisya Kamila Rinandra beratnya 1200 gram.

Irin yang didampingi sang suami, mengaku lega bisa melahirkan keempat buah hatinya setelah mengandung selama 31 minggu.

Apalagi, di usia kandungan 28 minggu, Irin harus bed rest karena kandungannya semakin berat hingga ketubannya pecah di minggu ke-31.

"Saya jalani dengan ikhlas. Ini sudah berkat yang luar biasa. Dari awal saya dan suami sudah memikirkan baik-buruknya seperti apa, karena kehamilan (bayi tabung) risikonya tinggi," tutur Irin.

Menurut Direktur RSIA Puri Bunda, dr Semadi Putra menyebut proses persalinan berjalan lancar, dan kondisi ibu serta keempat bayinya sehat.

"Kalau di Bali, ini keluarga sudah lengkap. Dari Putu sampai Ketut sudah lengkap semua," ujarnya.

Semadi menyebut, proses persalinan kembar empat di Bali tergolong langka. Namun, ia tak berani mengklaim bahwa rumah sakitnya merupakan yang pertama menangani kasus bayi kembar empat di Bali.

"Setelah kami himpun informasi, belum ada kejadian quadruplet (bayi kembar empat) di Bali. Tapi kami juga tidak bermaksud mengklaim ya," ia menambahkan. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

17 Feb 2020 13:16 WIB

Umur Wanita, Menjadi Faktor Berpengaruh pada Proses Bayi Tabung

Kesehatan

Perempuan usia di atas 35 tahun butuh penanganan lebih

16 Feb 2020 19:27 WIB

Pasangan yang Berhasil Melakukan Bayi Tabung, Bertemu dalam Reuni

Human Interest

Berharap acara ini bisa menjadi binding emosional

03 Nov 2019 16:18 WIB

Morula IVF: Jangan Menyerah Masalah Kesuburan

Kesehatan

Pemeriksaan awal penting bagi pasangan suami istri.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...