Islam Sehari-Hari4 Syarat Sah Puasa, Ini Penjelasannya

17 May 2018 06:55

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Memasuki bulan Puasa, memang banyak orang menyambutnya dengan gembira. Bukan hanya bagi umat Islam, melainkan juga disambut oleh penganut agama lain sebagai wujud toleransi.

“Ustadz, bagaimana sih sesungguhnya puasa yang sah itu? “ Demikian Surya Abdi, warga Taman Sepanjang Sidoarjo, bertanya pada ngopibareng.id.

Untuk menjawab masalah tersebut, berikut penjelasan ustadz Faris Khoirul Anam dari Aswaja NU Center Jawa Timur.

Syarat Sah Puasa

Artinya, jika sudah terpenuhi syarat-syarat 4 (empat) di bawah ini sah puasanya, yaitu:

Pertama, Islam

Dengan demikian dia harus terus dalam keadaan Islam sepanjang siang, jika sampai murtad/keluar dari agama Islam, –na’udzubillah- meskipun hanya sekejap, maka puasanya batal. Allah swt berfirman: 

“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu.” (QS. Al-Zumar: 65)

Kedua, Berakal

Disyaratkan sepanjang hari itu dia harus terus dalam keadaan berakal. Jika seumpama sekejap saja dia gila, maka puasanya batal. Adapun hilangnya akal karena pingsan atau mabuk, akan dibahas secara terperinci pada pembahasan tentang hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Ketiga, Tidak haid atau nifas.

Dengan demikian, bagi orang wanita yang ingin berpuasa, dia harus suci dari haid dan nifas sepanjang siang. Jika keluar darah haid pada akhir siang (meskipun waktu berbuka tinggal sekejap saja), maka puasanya batal. Begitu juga jika dia suci/terputus haidnya di siang hari, kemudian dia berniat puasa, maka puasanya tersebut tidak sah, namun disunnahkan baginya untuk menahan diri dari hal yang bisa membatalkan puasa (dengan tanpa niat untuk berpuasa).

Rasulullah saw bersabda:“Bukankah jika seorang wanita haid, ia tidak shalat dan tidak berpuasa? Maka itulah kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari)

Keempat, Mengetahui bahwa di hari itu dia boleh berpuasa.

Artinya, bukan di hari yang dilarang untuk berpuasa, sebagaimana telah dibahas. (adi)