4 Pernyataan Hotman Paris untuk Elza Syarief vs Nikita Mirzani

03 Sep 2019 16:41 Gosip Artis

Pengacara Elza Syarief meradang. Nikita Mirzani telah berbicara dengan nada tinggi saat mereka berdua diundang sebagai bintang tamu dalam acara Hotman Paris Show, edisi 28 Agustus 2019.

Saat itu, Elza Syarief yang merupakan kuasa hukum dari mantan suami Nikita, Sajad Ukra, mengeluhkan kliennya sulit menemui anak yang kini ada dalam asuhan Nikita Mirzani.

Elza Syarief merasa dijebak telah dipertemukan dengan Nikita Mirzani dalam acara tersebut. Ia juga kecewa dengan sikap Hotman Paris yang hanya diam dan tak membelanya sebagai rekan seprofesi.

Atas kejadian itu, Elza Syarief membuat dua laporan, salah satunya yakni terhadap Nikita Mirzani yang diancam 10 tahun penjara akibat dugaan menggiring opini publik di Instagram untuk menghujat Elza.

"Kalau pasal KUHP-nya penghinaan, fitnah terus ada satu lagi memberikan kebencian masyarakat kepada saya. Sehingga itu terbukti dia membuat netizen menghujat saya. Dan orang-orang membela dia (Nikita Mirzani). Itu satu bukti, dia memberi satu statement di Instagram buat membenci saya. Itu ancamannya 10 tahun, terus ITE nya saya laporkan," kata Elza Syarief, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 3 September 2019.

Kemudian laporan kedua terhadap seluruh tim Hotman Paris Show. Pasalnya, Hotman Paris dan timnya membuat Elza Syarief dimaki oleh Nikita Mirzani demi keuntungan komersil dari pihak acara talkshow tersebut.

"Saya dianiaya dilecehkan dan kemudian beritanya disebarkan ke YouTube, itu semua tujuannya komersil, setiap diputar di YouTube dapat satu dolar, berarti ada yang mencari keuntungan terhadap kesengsaraan saya," beber Elza Syarief.

Menanggapi tuduhan-tuduhan Elza Syarief tersebut, Hotman Paris angkat bicara. Ia menampik pernyataan Elza Syarief yang dilayangkan pada dirinya dan Nikita Mirzani.

1. Elza tak punya dasar kuat untuk melapor

Menurut Hotman Paris, laporan Elza Syarief tersebut tak memiliki dasar yang kuat.
"Makanya di mana dalam pidana kalau ada orang marah-marah di samping kita, kita tidak hentikan makanya kita kena pidana," katanya.

Setelah Nikita Mirzani meluapkan emosinya, lanjut Hotman Paris, Elza Syarief bersikap biasa dan tak terlihat terganggu pada kejadian tersebut.

Oleh karenanya, Hotman Paris pun mengaku tak mengambil pusing dengan pelaporan Elza Syarief tersebut. "Emang gue pikirin," ujarnya.

2. Tak pernah menjebak

Hotman Paris mengaku tak pernah berniat mengundang dan mempertemukan Elza Syarief dan Nikita Mirzani dalam acara yang ia pandu tersebut. Ia juga tak pernah memberikan pertimbangan apa pun kepada pihak televisi soal siapa bintang tamu yang akan diundang.

Namun, Hotman Paris yakin pihak stasiun televisi telah menjelaskan kepada bintang tamu dengan siapa ia akan dipertemukan.

"Sebelum acara dimulai, Elza Syarief sudah tahu kalau Nikita Mirzani yang jadi tamunya. Waktu datang si Elza Syarief duluan, kita kasih tahu agar dia duduk di ruangan lain karena Nikita Mirzani mau datang dan dia setuju. Sebelum acara dimulai ya," ujar Hotman.

3. Bela Elza dua kali

Hotman Paris menyebut telah membela Elza Syarief dua kali dengan mengatakan, "Elza kan hanya kuasa hukum".

Menurut pengacara flamboyan itu, emosi Nikita Mirzani sudah mulai reda. Namun Elza Syarief justru memperkeruh suasana dengan menyebut Nikita Mirzani stres.

"Yang terakhir, akulah yang menghentikan. Aku berdiri dan aku menghentikan," kata Hotman.

4. Tak ada kata-kata melecehkan

Hotman Paris menyebut tindakan yang dilakukan Nikita Mirzani bukanlah penghinaan atau pelecehan terhadap Elza Syarief.

Meski berbicara dengan nada tinggi, menurut Hotman Paris yang disampaikan Nikita Mirzani masih dalam substansi perkara yang tengah dibahas dalam acara tersebut.

"Misalnya teriak-teriak apakah memang benar mantan suaminya itu kirim uang Rp 6 juta per bulan sesuai keputusan pengadilan untuk nafkah anak," kata Hotman Paris.

Detik-detik peristiwa ini telah terangkum dalam video yang sudah diunggah di kanal YouTube televisi swasta tersebut. Hotman Paris berharap masyarakat dapat menilai mana yang salah dan benar.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini