4 Fakta Tukang Cukur Langganan Presiden Jokowi

20 Jan 2019 09:00 ngopiBEBAS

Presiden Jokowi turut serta dalam acara cukur rambut massal di Kawasan Wisata Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu 19 Januari 2019.

Jokowi dipangkas oleh Herman, pemuda asal Garut, yang telah lama menjadi tukang cukur langganan sang presiden.

Bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jokowi melakukan cukur rambut di bawah sebuah pohon dengan warga sekitar.

Inilah 4 fakta tentang Herman yang menjadi tukang cukur langganan Jokowi berkat Kaesang Pangarep.

1. Jadi tukang cukur sejak tahun 2000

Belajar menjadi seorang tukang cukur rambut, Herman memulainya sejak tahun 2000 silam. "Dari tahun 2000, dari belajar sampai jadi tukang potong rambut," kata Herman.

2. Tiga tahun jadi langganan Jokowi

Herman mengaku telah lama menjadi tukang cukur Jokowi. "Sudah 3 tahun (jadi tukang cukur Presiden)," ungkap Herman.

Setelah rampung mencukur rambut orang nomor satu di Indonesia ini, Herman mengungkapkan rasa bangganya. "Seneng banget, itu suatu kebanggan bisa memotong rambut presiden," ungkapnya.

Namun, ketika harus mencukur dihadapan kamera wartawan, Herman pun dihinggapi rasa gugup. "Ya, lumayan grogi lah," kata dia.

3. Dikenalkan oleh Kaesang Pangarep

Perkenalan antara Jokowi dan Herman melalui Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi.
"Kebetulan mas Kaesang lewat, lewat barber kami dan coba-coba untuk potong rambut di barber kami, nah kemudian mungkin merasa cocok akhirnya sering datang ke situ, kemudian mereferensikannya ke bapaknya," cerita Herman.

4. Herman punya alat cukur rambut khusus untuk Jokowi

Meski bukan permintaan dari Jokowi, ternyata Herman menyiapkan alat cukur tersendiri saat akan mencukur rambut presiden. "Beliau sih nggak minta ya (alat khusus), cuman dari manajemen Barberia aja yang sakral gitu," kata Herman.

Selain itu, kata dia, Jokowi merupakan tipe orang yang setia dengan satu model dan tidak tertarik untuk mencoba model-model baru. "Bapak orangnya setia sama satu model (potongan rambut," ungkap Herman. (yas)

Reporter/Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini