Lubang tambang di Kalimantan Timur. (Foto:Mongabay)

37 Nyawa Melayang di Lubang Tambang Kaltim

Nasional 23 February 2020 11:35 WIB

Sebanyak 37 nyawa melayang di lubang tambang bekas galian di Provinsi Kalimantan Timur. Jaringan Advokasi Tambang (jatam) setempat mendesak pemerintah mencabut izin tambang milik PT Cahaya Energi Mandiri (CEM) Samarinda, perusahaan yang dituduh bertanggung jawab atas lubang galian tambang itu.

"Tenggelamnya Bayu Setiawan (21) di kawasan yang diduga milik PT CEM, Jumat 21 Februari, menambah catatan kasus lubang tambang di Kaltim bertambah menjadi 37 korban jiwa," ujar Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang di Samarinda, Minggu 23 Februari 2020.

Jatam Kaltim mendesak pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), dan Polda Kaltim turun tangan. Mencabut izin usaha pertambangan serta memidanakan PT CEM yang telah melakukan pembiaran dan tidak memprioritaskan keselamatan masyarakat di sekitar tambang, dan melanggar UU Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Minerba dan PP Nomor 78/2010 tentang Reklamasi dan Pasca-Tambang.

Jatam juga mendesak polisi agar transparan kepada publik, memberikan pemberitahuan perkembangan penyelidikan dan penyidikan kasus lubang tambang kepada keluarga korban, dan menghentikan pemberian perpanjangan izin usaha pertambangan kepada perusahaan-perusahaan yang bermasalah.

"Reklamasi dan pascatambang hanya hoaks, laju pembukaan lubang tambang tidak sebanding dengan progres pemulihan lingkungan pascatambang," kata Rupang.

Jatam menuntut audit kepada seluruh perusahaan pertambangan batu bara yang meninggalkan lubang galian bermasalah dan menimbulkan pelanggaran HAM, serta mengevaluasi seluruh izin tambang di Kaltim.

Khusus kepada Komnas HAM, Jatam meminta agar komisi ini berperan dalam mengawasi reklamasi pasca tambang, moratorium dan penurunan produksi batu bara nasional lantaran dampaknya yang buruk pada lingkungan, meletakkan kasus anak-anak yang tewas di lubang tambang sebagai pelanggaran HAM berat.

Jatam juga menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang akan memperbanyak lubang tambang batu bara, karena memberi insentif dan keistimewaan baru izin-izin tambang batu bara tanpa mengenal batas wilayah konsesi.

“Akan semakin mendekati wilayah pemukiman warga dan berpotensi menciptakan lebih banyak lubang baru," tandasnya, dilansir dari Antaranews

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Apr 2020 17:07 WIB

PGS dan Kapasan Tutup, Dewan Usulkan Bebaskan Retribusi

Surabaya

Dewan ancam panggil PD Pasar jika retribusi tetap ditarik

07 Apr 2020 17:03 WIB

Ganjar Cetuskan Gerakan 35 Juta Masker untuk Jateng

Nusantara

Gerakan ini sesuai anjuran WHO untuk mengantisipasi meluasnya Corona.

07 Apr 2020 16:52 WIB

UPDATE Corona 7 April: Pasien Positif 2.738, Sembuh 204 Orang

Nasional

Sementara yang meninggal sebayak 221 orang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.