KH Marzuki Mustamar ketika mengikrarkan seorang di antara yang masuk Islam. (Foto: ist/ngopibareng.id)

Tiga Mualaf Ikrar di Depan Kiai Marzuki, Ini Testimoni Soal Islam

Khazanah 28 September 2019 00:41 WIB

Ketua PWNU KH Marzuki Mustamar berkesempatan mengikrarkan 3 orang yang menyatakan masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya. Hal itu dilakukan usai Kiai Marzuki Musatamar menyampaikan khutbah Jumat, 27 September 2019.

Kiai Marzuki membimbing tiga muallaf itu. Dua di antaranya merupakan keluarga. Seorang ibu dan anak laki-laki. Cici Muarifah, 48 tahun, mengaku ingin memeluk Islam karena anak laki-lakinya.

Cici Muarifah menceritakan, anaknya yang bernama Holy Thomas Lee, memasuki usia dewasa dan dia disarankan oleh tetangganya untuk khitan. Khitan merupakan perintah dalam Agama Islam untuk anak laki-laki.

“Dari sinilah saya ingin mengubah dan ingin menjadi yang terbaik dalam menjalankan ibadah dan mendidik anak saya,” kata Cici Muarifah yang sebelumnya memeluk Budha.

Berbeda dengan Riyanto Halim, pria kelahiran 1984 ini memiliki keyakinan bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar. Ketenteraman saat berada di lingkungan Islam telah ia rasakan. Di dalam Islam mengajarkan toleransi terhadap agama lain.

“Toleransi beragama juga saya rasakan di dalam keluarga. Orang tua saya memberikan kebebasan dalam menentukan keyakinan yang saya yakinkan,” kata Riyanto, di depan Kiai Marzuki, disaksikan ratusan jamaah masjid terbesar di Jawa Timur itu.

Riyanto menceritakan dirinya mengenal Islam sejak kecil. Orang tua tidak pernah mewajibkan kepada anggota keluarganya agar ikut agama orang tua. Dari sinilah faktor lingkungan membentuk pada pria kelahiran Surabaya ini, Riyanto mengaku pernah diajak tetangganya beribadah ke gereja walau hanya sebentar.

KH Marzuki Mustamar ketika mengikrarkan seorang di antara yang masuk Islam Foto istngopibarengidKH Marzuki Mustamar ketika mengikrarkan seorang di antara yang masuk Islam. (Foto: ist/ngopibareng.id)

Berbeda dengan tetangga sebelah rumahnya yang beragama Islam.

“Saat saya bermain ke sana, waktu magrib tiba, saya diajak shalat magrib di rumahnya dan ditawari mengaji bersama teman anaknya yang notabene teman bermain,” cerita pria yang sebelumnya memeluk Agama Kristen ini.

Tidak tanggung tanggung kejadian itu diceritakan kepada orang tuanya.

“Orang tua memberikan kebebasan. Dari sini saya bersyukur masuk Islam tanpa halangan dari keluarga,” ceritanya.

KH Marzuki Mustamar yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabilulrosyad Kota Malang ini mengatakan sesungguhnya tuhan itu satu. Isa dalam ajaran Islam diutus sebagai nabi dan rasul, bukan anak tuhan.

“Yakinlah bahwa Tuhan itu maha segalanya. Maha Kuasa, Maha Pengampun dlsb. Bila ada tuhan yang tidak memiliki kekuasaan itu bukan tuhan,” tutur Kiai Marzuki Mustamar.

Kiai yang juga menjadi Ketua PWNU Jawa Timur ini berpesan Syahadat adalah kunci pintu surga. Pintu surga sudah terbuka untuk kalian, tapi dalam untuk memasuki pintu surga itu umat Islam harus melakukan segala perintah dan menjauhi laranganNya.

“Jangan meninggalkan shalat,” kata Kiai Marzuki.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

12 Jul 2020 11:46 WIB

Empat Instruksi PWNU Jatim Agar Pandemi Covid-19 Cepat Berakhir

Khazanah

KH Marzuki Mustamar: Tetap taat protokol kesehatan

18 Jun 2020 06:36 WIB

Gus Dur hingga Kini Mampu Mengislamkan Orang, Ini Faktanya

Khazanah

Tauhid Islam berwujud dalam kecintaannya kepada sesama manusia

17 Jun 2020 17:57 WIB

KH Masyhudi Muchtar Meninggal Dunia, NU Jawa Timur pun Berduka

Khazanah

Pejuang NU yang gigih, santun dalam gerakan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...