Duo Semangka, Clara Gopa dan Vhanya Kiara.

3 Konten YouTube Duo Semangka yang Dipermasalahkan KPAI

Ngopitainment 23 August 2019 05:05 WIB

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil pihak Duo Semangka. Duo yang beranggotakan Clara Gopa dan Vhanya Kiara itu, sempat mangkir di panggilan pertama pada Senin, 19 Agustus 2019. Mereka baru hadir di KPAI Jakarta pada Kamis kemarin.

Nama Duo Semangka mungkin sedikit asing di kuping masyarakat. Namun, video musik berjudul Mantul Mantul bikin gerah KPAI. Pasalnya, Duo Semangka berjoget terlalu vulgar dengan memainkan area sensitifnya.

Selain itu, Duo Semangka diduga juga mengunggah konten vulgar lainnya di channel resmi YouTube miliknya.

"Tentu apa yang dilakukan oleh KPAI menindaklanjuti keluhan dari masyarakat. Sebagian guru juga WA ke saya. Ada beberapa konten yang dianggap kurang pantas dan tak patut sebagai asas-asas kesusilaan," ujar Ketua KPAI, Susanto.

Ia kemudian mengungkap ketiga konten YouTube milik Duo Semangka yang dinilai vulgar dan tak mendidik.

"Pertama O Bla Bla Duo Semangka, kedua Duo Semangka Curhat Bingung Cari P, ketiga Duo Semangka Nyebur di Kolam. Itu yang kami klarifikasi. Yang bersangkutan mengakui di dalamnya memang personal Duo Semangka," jelas Susanto.

Dari pertemuan dengan Duo Semangka yang didampingi pihak manajemen dan kuasa hukum, KPAI menyimpulkan 3 poin kesepakatan.

"Pertama, Duo Semangka membenarkan orang yang ada di dalam konten itu adalah benar dirinya. Kedua, KPAI meminta Duo Semangka setuju berkomitmen dan menginovasi karya agar berdampak positif bagi tumbuh kembang anak," ungkap Komisioner Bidarng Pronografi dan Cyber Crime KPAI Margaret Aliyatul Maimunah.

Video Duo Semangka yang beredar di YouTube dinilai vulgar dan erotis. Dikhawatirkan bisa memberi contoh buruk dan berdampak pada pembentukan karakter anak.

"Untuk hal ini tentu saja KPAI akan mengawai apa yang sudah disetujui dan berkomitmen dengan mereka," tambah Margaret.

Sementara itu pihak manajer Duo Semangka, Sonny Bule, mengucapkan terima kasih kepada KPAI dalam kesempatan tersebut. Ia mengakui konten Duo Semangka memang kurang bersahabat untuk anak, dan berjanji akan memperbaiki konten ke depannya.

"Kami berterima kasih kepada KPAI. Jadi saya dengan Duo Semangka sudah ada beberapa komitmen dan kita saling kerjasama. Konten adik-adik kita memang kurang bagi generasi anak-anak Indonesia. Kami berterima kasih atas perhatian dari KPAI, dan Duo Semangka agar bisa lebih berhati-hati membuat konten dan foto-foto di media sosial," pungkas Sonny.

Saat ditanya soal teguran dari KPAI, Clara Gopa dan Vhanya Kiara mengaku syok. Pasalnya mereka tidak menyadari kesalahan yang diperbuat

"Ya tahu. Syok banget pas tahu. Itu udah lama banget sih. Kita diam dulu sih minta nasihat sama yang kayaknya bisa membantu dan enaknya terkuak juga ya," ungkap Clara Gopa.

Ia mengatakan konten video di YouTube yang dipermasalahkan KPAI bukan disebar oleh pihaknya. Menurut Clara, video diunggah ke YouTube tanpa sepengetahuan mereka.

"Ya dari konten YouTube aja. Ketika kita live, banyak banget yang upload ke YouTube. Jadi satu hari live ada yang upload ke YouTube. Dua hari live ya ada upload lagi," ujarnya.

Vhanya Kiara menambahkan, pengunggah video-video mereka tak pernah meminta izin kepada Duo Semangka.

"Mereka pun enggak akan izin sama kita. Kan buat menarik subscriber mereka juga," kata Vhanya Kiara.

Mereka akan mengikuti apa pun yang diminta oleh KPAI. Namun, keduanya akan menolak jika harus mengubah nama Duo Semangka.

"Kita intinya apa yang di-mau kayak yang dibilang KPAI disuruh tertutup, ya kita ikuti aturan aja. Tapi kalau untuk menghapus nama Duo Semangka karena anak-anak sering cari di YouTube ya kita enggak bisa hapus nama Duo Semangka," pungkas Vhanya Kiara.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Jun 2020 06:45 WIB

KPAI: Utamakan Keselamatan Anak Didik Hadapi New Normal

Pendidikan

Sebanyak 800 anak Indonesia terpapar corona.

02 Jun 2020 00:25 WIB

Soal Masuk Sekolah, Orang Tua dan Anak Bertolak Belakang

Pendidikan

Survei KPAI, 80 persen orang tak mau masuk sekolah, 80 anak ingin sekolah

02 May 2020 14:15 WIB

KPAI: Merdeka Belajar dan Belajar Jarak Jauh Belum Sesuai Harapan

Pendidikan

Merdeka Belajar dinilai KPAI belum sesuai harapan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...