Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Foto: Istimewa)

3 Imbauan Mendagri ke Kepala Daerah Jelang Tahun Baru 2020

Nasional 27 December 2019 11:41 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan tiga imbauan menjelang Tahun Baru 2020. Pertama, dia meminta kepala daerah untuk membentuk posko pemantauan terpadu Tahun Baru.

Kedua, kepala daerah diminta meningkatan kualitas pelayanan publik tetap terpenuhi kepada masyarakat. Dan Ketiga, meminta pemerintah daerah bersiap menyambut tahun baru yang tertib dan aman.

Menurut Tito Karnavian, perayaan tahun baru merupakan agenda internasional dan telah menjadi patokan untuk pergantian tahun di dunia.

"Silakan kegiatan masing-masing. Pergantian tahun Masehi, ini sudah diakui. Maka saya kira tidak ada salahnya merayakan itu," ujar Tito Karnavian di Gedung Kementerian Dalam Negeri Jakarta.

Menurut pria 55 tahun ini, masyarakat harus memahami apabila Indonesia adalah negara yang plural dan mengakui perbedaan seperti yang tertera dalam Pancasila sebagai dasar negara.

"Kalau kita cinta Indonesia, berarti kita juga harus cinta dan paham dengan sifatnya yang plural, berbeda suku, agama, ras. Kita harus menghargai saudara kita yang berbeda," ujar dia, dikutip dari Antaranews.com.

Tito Karnavian paham alasan kenapa pergantian Tahun Baru Masehi tidak dirayakan sebagian kalangan. Kendati begitu, jika mau merayakan pergantian tahun baru agama lain seperti agama Islam juga tidak ada masalah.

"Why not. Kita merayakan juga. Itu saya kira letaknya kita bertoleransi," ucap pria kelahiran 26 Oktober 1964 ini.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 19:04 WIB

Bapak Kerja Keras, Ibu Bercinta dengan Guru di Ruang Kelas

Jawa Timur

Ditinggal suami merantau, seorang perempuan di Tulungagung selingkuh.

26 Sep 2020 18:58 WIB

Kacamata John Lennon Dilelang

Ekonomi dan Bisnis

Sotheby's lelang memorabilia The Beatles termasuk kacamata John Lennon.

26 Sep 2020 18:42 WIB

Ganjar Setuju Proses Hukum Pesta Dangdut di Tegal

Nusantara

Proses hukum harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...