dr. Yunias Setiawati, Sp.KJ (K) spesialis kesehatan jiwa  (foto: Pita/Ngopibareng.id)
dr. Yunias Setiawati, Sp.KJ (K) spesialis kesehatan jiwa (foto: Pita/Ngopibareng.id)

3 Cara Mengahadapi Bullying Agar Tidak Terpikir Bunuh Diri

Ngopibareng.id Kesehatan 22 January 2020 07:11 WIB

Pekan lalu media sosial dihebohkan dengan aksi bunuh diri siswa berisinial SN yang masih berusia 14 tahun. SN ditemukan melompat dari lantai 4 sekolahnya pada Selasa, 14 Januari 2020 lalu. SN diduga melakukan aksi nekad tersebut lantaran bullying yang ia terima dari teman-temannya di sekolah. Bullying memang kerap terjadi di berbagai circle pergaulan, cara menghadapinya lah yang menjadi penting.

Lantas bagaimana seharusnya remaja dalam menghadapi bullying agar kejadian yang dialami SN, tak terulang kembali?

Dokter Yunias Setiawati, Sp.KJ (K) spesialis kesehatan jiwa memparkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi bullying. Khususnya untuk remaja.

1. Komunikasi yang kuat dengan orang tua

"Peran orang tua untuk melatih komunikasi anak penting disini. Sehingga ketika anak mendapatkan bully ia bisa merubah hal tersebut menjadi gurauan. Bahkan menanggapi bully yang diterimannya menjadi sikap positif," ujar dokter yang akrab Yunias ini.

Yunias mencontohkan, merubah bully menjadi sikap positif misalnya, ketika dibully anak menggangap hal tersebut adalah kelebihannya.

"Oh aku ini dibully karena aku ini punya kelebihan. Mengarah ke hal positif, misal dikatain gendut. Oh kalau aku memang gendut aku akan olahraga. Jadi mengarah ke hal positif," terangnya pada ngopibareng.id.

2. Melatih anak berani berbicara

Yunias mengatakan, ketika bully yang diterima anak berkaitan dengan fisik. Seperti melakukan kekerasan. Anak harus dibekali dengan keberanian untuk berbicara.

"Kalau bullynya berkaitan dengan fisik seperti diancam, atau sampai melalukan kekerasan. Anak memang harus ditolong, untuk ditolong tentunya anak harus berani meminta bantuan pada orang lain, entah orang tua atau guru," katanya Selasa, 21 Januari 2020.

3. Aktif berkegiatan di sekolah

Yunias menyampaikan, dengan banyak kegiatan di sekolah, tentu teman disekolah juga akan banyak. Memiliki banyak teman bully akan rentan diterima.

"Sebab biasanya bully dilontarkan pada anak-anak yang jarang bergaul. Di sisi lain ketika banyak teman, bila dibully oleh temannya bisa berteman dengan lainnya," tutupnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 07:03 WIB

Jangan Berlebihan Memuji Nabi? Ini Penjelasan Ulama

Islam Sehari-hari

Tausiyah khusus Ustaz Ma'ruf Khozin

22 Jan 2021 06:39 WIB

Banyak Jalan Menuju Surga, Ini Pesan Rasulullah

Islam Sehari-hari

Tausiyah KH Husein Muhammad

22 Jan 2021 05:17 WIB

Saatnya Politisi Puasa Bicara

As’ad Said Ali

Tak memolitisasi pandemi Covid-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...