Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut Selasa malam. (Foto:Reuters/Antara)

2.750 Ton Amonium Nitrat Meledak di Gudang di Pelabuhan Beirut

05 Aug 2020 10:15

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Ledakan amat dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon, Selasa tengah malam. Ledakan yang menewaskan 78 orang tersebut berasal dari sebuah gudang di Pelabuhan Beirut, yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat. Bakan-bahan kimia yang amat berbahaya ini sudah tersimpan selama 6 tahun di gudang yang terletak tepi laut ini.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengkonfirmasi bahwa ledakan berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama enam tahun di pelabuhan

Kini antara pejabat di Pelabuhan Berut saling menyalahkan. Pihak Bea Cukai Libanon menyalahkan Kepala Pelabuhan Beirut yang membiarkan penyimpanan amonium nitrat itu.

Badri Daher, Direktur Bea Cukai Lebanon menyatakan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas penyimpanan amonium nitrat yang memicu ledakan besar yang menewaskan puluhan orang itu.

Kepada wartawan Al Jazeera yang mewawancarainya, Bader mengarahkan jari ke arah Kepala Pelabuhan, Hassan Koraytem.

"Mereka yang bertanggung jawab, dan aku bisa memberitahumu bahwa bahan ini seharusnya tidak disimpan di sana. Seharusnya bahan peledak itu sudah dipindahkan,” kata Badri Daher.

Berikutberita lebih lengkap dari stasiun TV-Al Jazeera:

Sementara Kepala Pelabuhan Beirut, Hassan Koraytem tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar. Direktorat Pelabuhan berada di bawah wewenang Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi.

Ledakan dahsyat itu selain menewaskan sedikitnya 78 orang, juga melukai sekitar 4.000 orang lainnya. Suara menggelegar  terdengar dan terasa hingga ke negara Ciprus, yang berjarak sekitar  200 kilometer di seberang laut  Mediterania. (nis)