Natalan, 25 Gereja Disterilisasi. Akses Kendaraan Dikurangi

24 Dec 2018 13:25 Surabaya

Sterilisasi 25 gereja dilakukan Polrestabes Surabaya, pagi tadi. Sterilisasi dilakukan kepada gereja-gereja yang dianggap mempunyai jemaat melebihi 1000 hingga 5000. Sementara jumlah seluruh gereja di Surabaya sejumlah 355 gereja. Nantinya di seluruh gereja itu saat Natal berlangsung dikawal petugas kepolisian.

Untuk sterilisasi Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan turut terjun langsung ke lokasi. Menurut Rudi pengamanan kali ini lebih mengurangi akses kendaraan masuk area gereja.

"Pengamanan Natal tahun ini, pasca bom kemarin, kami menerapkan beberapa strategi. Diantaranya mengurangi akses masuk kendaraan ke Gereja dengan berkoordinasi pihak gereja," ujar Rudi pagi tadi di Gereja Hati Kudus Yesus di Jalan Polisi Istimewa Surabaya, 24 Desember 2018.

Penerapan ini dilakukan karena pengalaman bom beberapa waktu lalu. "Ini belajar dari kejadian kayak kemarin. Kendala ada motor sampai bisa masuk ke halaman. Kali ini tidak bisa karena sudah berhadapan dengan barier-barier," tambahnya.

Dalam pengamanan ini Rudi berkoordinasi dengan densus 88, agar dapat mencegah ancaman bagi  masyarakat yang beribadah.

"Kami melakukan deteksi dan berkoordinasi baik dengan densus 88 maupun dengan kelompok masyarakat lainnya untuk mencegah terjadinya ancaman ancaman itu," beber Rudi.

Polisi mengerahkan 2/3 dari 3100  atau sekitar 2000 an personel dari Polrestabes Surabaya. Jumlah ini masih dibantu oleh aparat TNI korem 084 Bhaskara Jaya, Pemkot Surabaya, dan Ormas lainya, Banser serta dari Muhammadiyah. Juga Pramuka. "Kami targetkan atau sudah kami plotting di setiap gereja ada polisinya beserta TNI dan teman teman lainnya," pungkas Rudi.(ocn)

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan memastikan pengamanan Gereja Hati Kudus Yesus fotoroesdanngopibarengid
Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan memastikan pengamanan Gereja Hati Kudus Yesus. foto:roesdan/ngopibareng.id)
Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini