Bersedekah pada fakir miskin. (Foto: Ilustrasi)

2 Pahala Sedekah, Kesalehan Sosial pun Jadi Lebih Indah

Islam Sehari-hari 19 May 2020 02:18 WIB

Keindahan Islam, di antaranya, terletak pada nilai ajaran yang menyeimbangkan antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial.

Kesalehan ritual secara jelas, dibangun lewat ibadah seperti mendirikan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Sedang kesalehan sosial, terletak pada kepedulian para dermawan kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Mereka adalah orang-orang lemah dan kaum mustadh'afin. Itulah yang itulah yang harus disantuni dalam bersedekah.

Sesuai firman Allah dalam Al-Quran, ''Ambillah sedekah (zakat) dari sebagian harta mereka. Dengan sedekah, kamu membersihkan dan menyucikan mereka.'' (QS Attaubah [9]: 103).

Termasuk keimanan palsu jika seseorang mengaku mukmin, tetapi tidak dermawan. Rasulullah bersabda, ''Perilaku dermawan, bukti keimanan.'' (HR Muslim).

Sebaliknya, Allah mengecam orang yang menghardik pengemis dan anak yatim sebagai mendustakan agama dan keimanan (QS Alma'un [107]: 1-3).

Ingatlah, ada janji besar bagi mereka yang suka meringankan beban orang lain. Sabda Rasulullah SAW, ''Barang siapa meringankan seorang mukmin dari kesulitan dunia, Allah kelak meringankannya dari kesulitan hari kiamat.'' (HR Muslim).

Ustadz Ma'ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center Jawa Timur mengingatka pentingnya aktivitas solidaritas sosial ini. Di dalamnya, terdapat dua pahala sehingga menjadikan kesalehan sosial menjadi lebih indah.

Bersedekah kepada kalangan keluarga yang tidak mampu memiliki pahala sendiri dan ini bukan nepotisme. Sebab memang berhak menerima.

Dalam sebuah hadits ada sahabat yang bertanya kepada Nabi perihal sedekah kepada kerabat sendiri:

ﻭَﻗَﺎﻝَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: «ﻟَﻪُ ﺃﺟﺮاﻥ ﺃَﺟْﺮُ اﻟﻘَﺮَاﺑَﺔِ ﻭَاﻟﺼَّﺪَﻗَﺔِ»

Nabi shalla Allahu alaihi wasallam bersabda: "Baginya 2 pahala, pahala (menyambung) kekerabatan dan pahala sedekah" (HR Bukhari dan Muslim)

Bila dicermati, sedekah akan memupuk solidaritas dan pemberdayaan harkat ataupun martabat kaum lemah, fakir, miskin, dan yatim (baik dalam pengertian nasab maupun sosial, yaitu mereka yang tidak punya pekerjaan). Kalangan ekonomi tertinggal banyak terbantu, seperti mempercepat pemerataan kesejahteraan yang mampu menekan angka kriminalitas secara signifikan.

Sedekah berfungsi sebagai neraca keadilan yang menjembatani ketimpangan sosial di tengah masyarakat. Kondisi lingkungan sosial tidak sehat bila orang kaya menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk hiburan, sementara banyak orang miskin tidak makan tiga hari tiga malam. Urwah bin Zubair menyindir, bila orang kaya tidak dermawan, lantas apa bedanya dengan orang miskin?

Umat Islam diajarkan bersedekah. Dengan melek sedekah memberikan kesadaran bagi kita bahwa masih banyak tetangga miskin. Makna etimologis sedekah sejajar dengan arti keimananan (ashshidqu), yaitu upaya membenarkan keimanan dengan perbuatan.

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Aug 2020 12:45 WIB

ASN Terkonfirmasi Covid, Pemkot Batu Terapkan Kebijakan WFH

Jawa Timur

Diketahui ada 2 ASN di DPRD dan 1 ASN di Dinkes positif Covid-19.

14 Aug 2020 11:40 WIB

Presiden Jokowi Sindir Media Jangan Hanya Kejar Click dan Like

Nasional

Semestinya, media tidak dikendalikan teknologi.

14 Aug 2020 11:20 WIB

Naskah Pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR 2020

Nasional

Berbagai terobosan disampaikan presiden dalam menghadapi pandemi covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...