18 Buron Pembakaran Mapolsek Tambelangan Belum Diamankan

10 Jun 2019 13:56 Kriminalitas

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) baru berhasil mengamankan tiga terduga pelaku dari total 21 nama DPO pembakar Markas Polsek Tambelangan, Sampang, Madura. Padahal hari ini, Senin, 10 Juni 2019, adalah hari terakhir batas waktu yang diberikan kepolisian untuk penangkapan dan penyerahan diri para buron. 
 
Ketiga orang tersebut berinisial M, Y dan K. Namun di antara mereka, hanya M yang ditahan, sementara dua lainnya, yakni, Y dan K dilepaskan kepolisian lantaran tak terbukti terlibat dalam kasus pembakaran tersebut. 
 
"M kami tahan lantaran memang terbukti ikut dalam pembakaran Mapolsek Tambelangan, sedangkan Y dan K kami lepaskan karena tidak terlibat," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Senin.
 
Barung mengatakan Y dan K sebelumnya ditangkap oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Madura. Sedangkan pelaku berinisial M, menyerahkan diri ke Mapolda Jatim.
 
Dengan diamankannya ketiga orang ini, maka Polda Jatim, kata Barung, masih akan menunggu 18 orang buron lain yang masuk DPO untuk segera menyerahkan diri, paling lambat pada hari ini. 
 
"Kami tunggu saja, Kapolda Jatim akan memfasilitasi jika memang 18 orang tersebut datang dan menyerahkan diri," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa 18 orang yang masuk dalam DPO itu masih belum tentu ditetapkan tersangka, pihaknya kata dia, akan lebih dulu melakukan pemeriksaan untuk mendalami peran yang bersangkutan.
 
Barung, mengatakan, jika orang itu memang terbukti melakukan pembakaran Polsek Tambelangan, pihaknya tentu akan melakukan penahanan. Namun, jika tidak terbukti, maka kepolisian akan melepaskan. Untuk itu, ia meminta 18 nama yang tersisa agar kooperatif. 
 
Sebelumnya, Polda Jatim mengungkap 21 nama buron terduga pelaku pembakaran Markas Polsek Tambelangan, Sampang, Madura. Ke 21 nama itu juga telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
 
Diketahui dari 21 nama DPO tersebut, kata Barung, beberapa orang di antaranya adalah oknum tokoh agama atau habib, di Sampang, Madura. Mereka diduga terlibat dalam aksi pembakaran. 
 
Sementara itu, Polda Jatim hingga kini telah membekuk enam orang tersangka dalam perkara ini. Para tersangka itu yakni Habib Abdul Kodir Alhadad (AKA), Habib Hasan (H). Ali (A), Hadi (H), Supandi (S), dan A. Muhtadir (AM). 

 

Keenam tersangka tersebut sementara ini dipersangkakan pasal berlapis tentang perusakan, pembakaran, dan pengeroyokan, yakni pasal 200 ke-1 dan ke-3 KUHP, pasal 187 KUHP dan pasal 170 ayat (1) KUHP. (frd)
Penulis : Farid Rahman
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini