Raja Salman memperpanjang jam malam di Kerajaan Arab Saudi.

150 Bangsawan Terinfeksi Corona, Jam Malam di Arab Diperpanjang

Internasional 12 April 2020 15:00 WIB

Raja Salman menyetujui perpanjangan pemberlakuan jam malam di Arab Saudi. Perpanjangan itu dilakukan lantaran masih menyebarnya virus corona (Covid-19) di Saudi.

Dilansir Reuters, Minggu 12 April 2020, aturan jam malam ini diperpanjang hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Mengutip dari Saudi Press Agency (SPA), sumber dari Kementerian Kesehatan mengatakan perintah itu diberikan Raja Salman sebelum aturan jam malam berakhir pada Sabtu, 11 April 2020, tengah malam.

Dengan perpanjangan jam malam itu, diharapkan angka kasus Covid-19 di Saudi dapat menurun dan dikendalikan. Sebelumnya jam malam yang berlaku sejak 23 Maret 2020 itu berlaku selama 21 hari.

Jika sebelumnya, jam malam berlaku dari dari jam 7 malam sampai 6 pagi, kini direvisi menjadi jam 3 sore hingga 6 pagi.

Selain itu, Saudi juga menempatkan ibukotanya, Riyadh dan kota-kota besar lainnya di bawah jam malam 24 jam. Saudi mengunci banyak penduduk untuk membendung penyebaran Covid-19.

150 Bangsawan Terinfeksi Corona

Lebih dari enam minggu setelah Arab Saudi melaporkan kasus pertamanya, virus corona dilaporkan turut menginfeksi keluarga kerajaan. Sebanyak 150 bangsawan di kerajaan sekarang diyakini telah tertular virus corona.

Raja Salman pun disebut telah mengasingkan diri demi menjaga keselamatannya di sebuah istana pulau dekat kota Jeddah di Laut Merah.

Sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putranya dan penguasa de facto yang berusia 34 tahun dikabarkan mundur, dan banyak pula para menteri yang pergi ke tempat terpencil di pantai yang sama di mana rencananya akan membangun kota futuristik yang dikenal dengan Neom.

Sementara itu, Pangeran Faisal bin Bandar pun dilaporkan terinfeksi virus corona. Hal ini dikonfirmasi oleh dua dokter yang menanganinya dan memiliki ikatan dekat dengan keluarga kerajaan.

Menurut dokter dan orang-orang terdekat keluarga kerajaan, mereka dinyatakan positif corona usai melakukan perjalanan ke Eropa. Hal ini pun dianggap menjadi pembawa virus corona ke lingkungan kerajaan.

Penulis : Yasmin Fitrida

Editor : Azhari

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

12 Aug 2020 21:50 WIB

18 Agustus, Jawa Timur Uji Coba Buka Sekolah SMA/SMK

Pendidikan

Zona orange 50 persen, zona kuning 25 persen.

12 Aug 2020 21:35 WIB

Khofifah dan Gus Ipul Lakukan Pertemuan “Empat Mata“ di Grahadi

Reportase

Pertemuan paling intens setelah Pilgub Jatim 2020.

12 Aug 2020 21:20 WIB

Mayat Tak Utuh Ditemukan di Sungai Sekarputih Probolinggo

Jawa Timur

Badan badan mayat terpisah di dua sungai berbeda.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...