Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa 30 Juni 2020. (Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra)

143 Perusahaan Berencana Realokasi Investasi ke Indonesia

Ekonomi dan Bisnis 16 September 2020 11:49 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan sebanyak 143 perusahaan berencana melakukan realokasi investasi ke Indonesia di antaranya dari Amerika Serikat (AS), Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, dan China.

“Data dari BKPM terdapat 143 perusahaan yang memiliki rencana realokasi investasi ke Indonesia dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang,” katanya dalam acara HSBC Economic Forum di Jakarta, Rabu.

Airlangga menyatakan adanya rencana realokasi itu menandakan pandemi COVID-19 telah memberikan pelajaran berharga bahwa rantai pasok barang tidak bisa terpusat di satu negara.

“Kini banyak perusahaan multinasional yang mulai relokasi dari China ke negara Asia lain terutama ASEAN,” ujarnya.

Airlangga mengatakan hal ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggantikan posisi China sebagai tujuan investasi dari hubungan rantai pasok baru di pasar global.

Meski demikian, ia menyadari bahwa risiko ketidakpastian pada tahun ini masih sangat tinggi sehingga ekonomi Indonesia menghadapi tantangan baik eksternal dan internal.

Ia menjelaskan tekanan dari sisi eksternal merupakan ketidakpastian global yang berakar pada pandemi COVID-19 sehingga menyebabkan perekonomian global diprediksikan masih buruk.

Sementara dari sisi internal merupakan tekanan yang terjadi sejalan dengan perlambatan ekonomi dunia yaitu pertumbuhan untuk Indonesia pada kuartal II terkontraksi 5,32 persen.

Oleh sebab itu, Airlangga memastikan saat ini pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebijakan dalam rangka mengatasi tekanan eksternal dan internal tersebut.

Ia menjelaskan langkah dan kebijakan yang sedang diupayakan pemerintah di antaranya adalah segera menyelesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan DPR sehingga investasi dapat meningkat.

Kemudian juga menyusun daftar prioritas investasi yang tidak hanya dengan pendekatan picking the winners namun juga mencakup bidang-usaha yang akan diberikan fasilitas baik perpajakan maupun non perpajakan.

“Keyakinan bahwa ekonomi Indonesia melalui kebijakan konkrit dan tepat akan dapat mengatasi tantangan yang sedang dihadapi di 2020. Bersama kita harapkan ke depannya Ekonomi Indonesia semakin kuat dan sukses,” tegasnya.

Penulis : Antara

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2020 07:45 WIB

Lapierre Aircode DRS, Upgrade Sepeda Aero Jadi Nyaman dan Laju

Gowes Bareng

Lapierre tidak hanya membuat sepeda lebih aerodinamis, geometri frame juga membuat posisi cyclist jadi lebih aero.

01 Oct 2020 07:36 WIB

Mendadak, Nasrudin Hoja Tak Dikenal

Humor Sufi

Humor sufi mengasah kepekaan diri

01 Oct 2020 07:25 WIB

Beda Nasib Chelsea dengan Duo Manchester di Piala Liga Inggris

Liga Inggris

Chelsea tersingkir dari Piala Liga Inggris, duo Manchester sukses.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...