Dokter mata dengan sub spesialis Vitreoretina RSMU Surabaya dr. Rita Tjandra, Sp.M. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

13 Tahun Menjadi Dokter Mata,dr. Rita Tjandra Sangat Menyenangkan

RS Mata Undaan 29 July 2019 22:26 WIB

Terinspirasi praktik operasi Smail Insisi Cataract Surgery (SICS), yakni teknik operasi katarak tanpa jahitan, yang dilakukan Profesor Natchiar dari India semakin membulatkan tekad dr. Rita Tjandra, Sp.M untuk menjadi dokter mata.

Dokter dengan sub spesialis Vitreoretina Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya (RSMU) ini ingin memberikan harapan penglihatan baru bagi para pasiennya.

"Dulu waktu saya lihat Profesor Natchiar yang usianya sepuh (manula), tapi masih bisa menolong orang yang tidak bisa lihat jadi punya penglihatan baru. Dari situ saya bilang pada diri sendiri saya juga harus bisa seperti beliau," kisah dr. Rita Tjandra, Sp.M di ruang praktiknya di RSMU Surabaya, Senin 29 Juli 2019.

Dokter yang sudah 13 tahun bekerja di RSMU mengatakan, profesinya sebagai dokter mata penuh tantangan, khusunya di sub spesialis Vitreoretina.

dr Rita Tjandra SpM  Foto PitaNgopibarengiddr. Rita Tjandra, Sp.M (Foto: Pita/Ngopibareng.id)

Menurut dr. Rita Tjandra, Sp.M, retina merupakan selapis tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata vertebrata dan cephalopoda. Bagian mata ini yang mengubah cahaya menjadi sinyal saraf.

"Dalam kasus retina meskipun diagnosanya sama, tapi tata laksana pengerjaanya tentu tidak sama. Semua bergantung pada keadaan retina dan juga letak trauma pada retina," jelasnya.

Saat ada benda asing yang masuk retina, lanjut dia, tidak semua bisa diambil. "Tergantung dari lokasinya, apakah memungkinkan untuk diambil atau tidak. Karena tidak semua kondisi retina setiap orang sama. Tentu tindakannya akan disesuaikan dengan kondisi," beber dr. Rita Tjandra, Sp.M.

Kasus-kasus yang beragam setiap harinya, menjadikan tantangan tersendiri bagi sang dokter. Ia mengaku sangat puas bila melihat pasiennya dapat mendapatkan penglihatannya kembali lewat tindakan atau operasi yang ditanganinya.

"Tak ada perbedaan antar pasien, saat melakukan tindakan bagi pasien treatmentnya disesuaikan kebutuhan si pasien," jelas dr. Rita Tjandra, Sp.M.

Dokter yang menempuh felowship Vitreoretina di Universitas Indonesia selama 6 bulan ini, tak pernah merasa jenuh dengan profesinya sebagai dokter mata.

"Mata itu kan kecil, tapi sebenarnya di dalamnya banyak sekali elemen dan mempelajarinya setiap hari merupakan hal yang menyenangkan bagi saya," paparnya.

Bila ingin berkonsultasi tentang kesehatan mata dengan dr. Rita Tjandra, Sp.M, Anda bisa datang ke RSMU di Jalan Undaan Kulon 17-19 Surabaya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 Mar 2020 05:30 WIB

Tukang Insinyur Pimpin Perhimpunan

RS Mata Undaan

Ir Doelatif menjadi bagian penting perkembangan RSMU saat ini.

29 Mar 2020 00:04 WIB

Awas Virus Corona Bisa Masuk Lewat Mata, Begini Mencegahnya

Nasional

Mata bisa menjadi pintu masuk virus Corona ke tubuh kita. Hati-hati!

26 Mar 2020 14:12 WIB

Demi RSMU, Mundur dari Dosen di Usia Muda

RS Mata Undaan

Ini kisah dokter yang berjuang untuk membesarkan RS Mata Undaan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.