11 Ribu Personel TNI Polri Akan Hadapi Aksi Massa di KPU-Bawaslu

09 May 2019 08:25 Nasional

Massa yang tergabung dalam Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK) akan melakukan aksi unjuk rasa di gedung Komisi Pemilihan Umum ( KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hari ini.

Aksi unjuk rasa yang digelar mulai pukul 13.00 tersebut diprakarsai oleh Kivlan Zen dan Eggi Sudjana. "Kita kumpul dulu di Lapangan Banteng jam 13.00 WIB. (Aksi unjuk rasa) digelar bersamaan. Jadi, ada yang (menggelar aksi) di KPU dan Bawaslu," kata Eggi saat dikonfirmasi, Rabu malam 8 Mei 2019.

Aksi unjuk rasa itu digelar untuk menuntut KPU dan Bawaslu membongkar tindakan kecurangan pada penghitungan suara pada Pilpres 2019. "(Tuntutannya) dibongkar kecurangannya, itu yang kami perjuangkan. Kecurangannya itu sudah masif, terstruktur, dan sistematis," kata Eggi.

Surat pemberitahuan pelaksanaan aksi unjuk rasa itu telah disampaikan ke Polda Metro Jaya sejak Selasa, 7 Mei 2019. Eggi tak bisa memprediksi jumlah massa yang akan ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut. "Kami hanya mengimbau saja, yang mau ikut silakan. Enggak ada target (jumlah massa)," kata Eggi.

Menghadapi aksi tersebut, Polda Metro Jaya akan menerjunkan 11 ribu personel gabungan TNI dan Polri. Aparat keamanan tersebut akan ditempatkan di titik-titik strategis dan tempat berkumpulnya massa, seperti Kantor Bawaslu Jl MH Thamrin dan Kantor KPU RI, Jl Imam Bonjol Jakarta Pusat. Penjelasan ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. "Kami siapkan 11.000 personel (gabungan)," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya lebih memilih jalur melaporkan temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019 kepada Bawaslu.

Langkah itu, menurut dia, ditempuh karena merupakan jalur konstitusional daripada menggelar aksi kepung kantor penyelenggara Pemilu. "Pihak kami tidak begitu (kepung KPU), saat ini kami ajukan laporan ke Bawaslu tentang temuan yang merugikan Prabowo-Sandi," kata Dasco.

BPN Prabowo-Sandi telah memiliki temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019 dan ada beberapa laporan yang sudah dan akan dilaporkan kepada Bawaslu.

Dasco menegaskan bahwa Prabowo telah memberikan arahan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah sesuai prosedur hukum yang berlaku, bukan justru menggelar aksi "people power" yang dituduhkan pihak-pihak lain.

"Kami 02 tidak merasa yang dituduh, karena kami tidak merencanakan people power," katanya. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini