Jemaah haji dan umrah dari Indonesia. (Foto: Istimewa)

11 Penyelenggara Umrah Dicabut Izin Operasionalnya

Nasional 10 January 2020 18:54 WIB

Kementerian Agama akhirya bertindak tegas bagi penyelenggaraan haji dan umrah, yang tak memenuhi ketentuan dan aturan yang ada. Dengan mencabut izin operasionalnya. Kali ini, terdapat 11 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang dicabut izin operasionalnya oleh Kemenag.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, M. Arfi Hatim menegaskan sanksi pencabutan izin diberikan karena sampai batas waktu yang ditentukan, ke 11 PPIU tersebut tidak melakukan sertifikasi sebagai Biro Perjalanan Wisata (BPW).

Padahal, sertifikasi BPW bagi PPIU menjadi kewajiban sebagaimana diatur dalam PMA Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah.

Menurut Arfi, Pasal 48 ayat (4) PMA 8/2018 mengatur, paling lama 1 (satu) tahun sejak diundangkannya Peraturan Menteri ini, PPIU wajib memiliki sertifikat usaha jasa perjalanan wisata dengan kategori biro perjalanan wisata.

Jika tidak bisa dipenuhi, maka pada ayat (5) diatur sanksi izin operasionalnya sebagai PPIU dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Sampai batas akhir yang telah ditentukan di tahun 2019, mereka tidak menyerahkan sertifikat BPW. Bahkan, mereka juga tidak menyampaikan laporan progres sertifikasinya. Oleh karena itu, sesuai ketentuan, izin operasionalnya dicabut,” tutur Arfi di Jakarta, Jumat 10 Januari 2020.

Sejak terbit PMA 8 Tahun 2018, PPIU diberikan waktu satu tahun untuk melakukan sertifikasi sebagai BPW. Ketentuan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata.
Regulasi tersebut mengamanatkan pelaksanaan sertifikasi BPW.

Berikut data 11 PPIU yang dicabut izinnya:
1. PT. Madani Mitra Mulia,
2. PT. Kayangan Mandiri Utama,
3. PT. Witami Prabuana Cipta,

4. PT. Arhas Bugis Tour & Travel,
5. PT. Arthayu Jeanan Lintasbuana,
6. PT. Alharam Wisata Illah,
7. PT. Hijau Tumbuh Kembang,

8. PT. Fahmul Fauzy,
9. PT. Kalam Imran Farok Tours,
10. PT. Praba Arta Buana Utama, dan
11. PT. Fatuha Amanah Wisata Insani.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

10 Jul 2020 10:27 WIB

Menyusul Benih Lobster, Kini Ikan Hidup Juga Boleh Diekspor

Ekonomi dan Bisnis

Larangan-larangan itu membuat kita kehi;angan pasar, kata Menteri Edhy.

03 Jul 2020 06:42 WIB

13 Langkah Kurban di Masa Pandemi, Perhatikan Physical Distancing

Islam Sehari-hari

Sesuai Panduan yang diterbitkan Kementerian Agama

24 Jun 2020 16:48 WIB

Menag: RI Apresiasi Keputusan Saudi Kedepankan Keselamatan Haji

Khazanah

Sejalan dasar pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...