Tim Dokter Berhasil Pisahkan Liver

14 Aug 2019 12:27 Kesehatan

Proses operasi pemisahan bayi kembar siam Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina yang dilakukan di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya sudah berlangsung hampir tiga jam. Diperkirakan operasi ini akan berlangsung selama 12 jam dengan melibatkan 70 dokter.

Salah satu dokter yang terlibat dalam operasi pemisahan kembar siam ini, dr Poerwadi SpBA (K) spesialis bedah menuturkan, sekitar pukul 10.40 liver Akila dan Azila sudah berhasil dipisahkan.

Untuk diketahui tim dokter anak masuk ke ruangan operasi pada pukul 10.20 dan berhasil memisahkan pada pukul 10.40.

"Dinding perutnya sudah kita pisahkan, untuk Aqila ada hernia umbilical (bodong) tali pusernya dan ususnya masuk ke dalam. Tali puser kita beri warna hijau, tali puser kita kasih warna kuning," ungkap dr Poerwadi SpBA (K).

Poerwadi juga menjelaskan, tidak ada pendarahan yang terjadi. Pendarahan hanya minimal tidak sampai 10 cc. "Kantong darah yang kita siapkan juga belum terpakai, semoga tidak terpakai sampai operasi selesai. Kita berdo'a bersama,' kata dia.

Untuk kondisi Akila dan Azila, ujar Poerwadi saat ini dalam keadaan stabil, belum terjadi penurunan apapun. Ia menuturkan, setelah pemisahan liver dilakukan selanjutnya akan dilakukan pemisahan jantung yang saat ini sedang dikerjakan oleh tim dokternya.

"Setelah bedah jantung lepas si kembar akan dipisahkan di kamar operasi masing-masing untuk rekonstruksi, dan mudah-mudahan tidak ada kesulitan," terangnya.

Menurutnya, untuk pemisahan jantung dapat diupayakan yang terbaik karena keduanya memiliki jantung namun, selaput jantungnya memang menempel.

"Kita berdoa yang terbaik dengan dukungan semua pihak dan tim dokter yang mempunyai jam terbang tinggi. Kita upayakan yang terbaik," ucapnya.

Ada sedikit rasa lega ditunjukan oleh kedua orangtua Akila dan Azila yaitu, Selviana Dewi dan Yayasrin setelah mendengarkan penjelasan dokter. "Alhamdulillah," kata Selviana Dewi sambil mengangkat dua telapak tangannya ke bagian wajahnya.

Penulis : Pita Sari
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini