Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kabiro Kesos Jatim Hudiyono memberikan tunjangan kehormatan kepada para hafidz dan hafidzah Quran Jawa Timur. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kabiro Kesos Jatim Hudiyono memberikan tunjangan kehormatan kepada para hafidz dan hafidzah Quran Jawa Timur. (Foto: Alief Sambogo/Ngopibareng.id)

100 Hafidz Quran Jatim dapat Santunan Saat Pandemi Corona

Ngopibareng.id Jawa Timur 22 April 2020 21:50 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengupayakan penanganan virus corona (Covid-19) mulai dari hal medis sampai non medis. Di tengah usaha tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Kabiro Kesos Jatim Hudiyono, tak lupa untuk memberikan santunan, bagi 100 orang hafidz dan hafidzah (penghafal Alquran) di Jawa Timur.

Mereka mendapatkan bantuan berupa tunjangan kehormatan dengan nominal Rp 250.000 perorang setiap bulannya. Santunan ini diberikan selama satu tahun penuh. Terhitung mulai dari bulan Januari hingga Desember 2020.

Khofifah berharap, para hafidz dan hafidzah quran tersebut juga turun tangan membantu Pemprov untuk menganggulangi virus corona, dengan medoakan semua ikhtiar yang dilakukan Pemprov Jatim.

"Di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya sudah padat titik-titik yang merah atau terjangkit virus Covid-19. Di Surabaya semua kecamatan sudah ada kasus. Posisinya seperti itu. Insya allah doanya orang berpuasa dan panjenengan semua dijabah oleh Allah SWT. Semoga badai ini selesai, dan kita diberi keselamatan, kesehatan, dan kesabaran," kata Khofifah Gedung Negara Grahadi.

Ternyata, bukan hanya karena pandemi Covid-19 Pemprov Jatim memberi santunan bagi penghafal Quran. Sejak tahun 2015, Pemprov sudah memberikan bantuan kepada 4.000 orang penghafal quran di seluruh Jawa Timur.

Selain memberikan bantuan ekonomi, Khofifah juga menjelaskan akan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jatim. Ia mengatakan, PSBB adalah pembatasan bukan pelarangan, sehingga para penghafal quran tetap boleh melakukan aktifitas, dengan tetap menggunakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

"Virus ini nggak bisa kemana-mana, yang bisa kemana-mana ini orang yang ada virusnya. Jadi PSBB itu pembatasan nggih, bukan pelarangan. Njenengan (Anda) kalau mau aktifitas, jangan lupa pakai masker. Virus menularnya dari droplet atau percikan halus liur," katanya.

"Jadi saya harap dengan doa njenengan semua, semua bisa selamat dan barokah. Agar kita lepas dari virus covid-19 ini," tutup Khofifah.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Nov 2020 22:30 WIB

Sinopsis Rings: Kutukan Video selama 7 Hari

Film

Bioskop Trans TV akan menayangkan film horor Rings.

26 Nov 2020 22:16 WIB

Fans Berebut Lihat Peti Mati Maradona

Dunia

Fans ricuh dengan polisi karena berebut melihat peti mati Maradona.

26 Nov 2020 21:58 WIB

Ambulans vs Motor, Ini Kronologi Versi RS Pemilik Ambulans

Jawa Timur

Pihak rumah sakit pemilik ambulans angkat bicara.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...