10 Tahun Penjara, Vonis Hukuman bagi Pemimpin Oposisi Turki

08 Sep 2019 15:25 Internasional

Tokoh terkemuka Partai Rakyat Republik (CHP) yang beroposisi dengan pemerintah Turki, menghadapi hukuman penjara hampir 10 tahun atas tuduhan terorisme.

Canan Kaftancioglu, perempuan berusia 47 tahun itu, Jumat 6 September, divonis penjara 9 tahun 8 bulan 20 hari atas dakwaan menyebarkan propaganda teroris, menghina negara, menghina presiden, menghina para pejabat publik, dan memicu permusuhan publik, menurut Pengadilan Kriminal Tinggi 37 di Istanbul.

Dia adalah kepala CHP cabang Provinsi Istanbul, yang memainkan peranan penting dalam kemenangan partai oposisi dalam pilkada Istanbul atas Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dakwaan terhadap Kaftancioglu dijatuhkan berdasarkan beberapa unggahan media sosial yang dibuatnya dalam beberapa tahun. Unggahan itu termasuk cuitan yang mengkritisi penindasan oleh pemerintah terhadap protes-protes di Lapangan Gezi pada 2013 dan pembunuhan tiga perempuan aktivis Kurdi yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Paris pada tahun yang sama.

Turki memang beberapa dekade belakangan memberikan kekangan yang kuat bagi kekuatan oposisi. Sederet nama pembangkang dipenjara. Bahkan, dari kalangan pendidikan, sejumlah dosen dan guru dikerangkeng di terali besi gara-gara tidak bersetuju dengan kebijakan Pemerintah sekarang.

Dalam perkembangan sebelumnya, oposisi Turki menang telak dalam pemilihan ulang wali kota yang kontroversial. Kemenangan oposisi itu merupakan pukulan bagi Presiden Recep Tayyip Erdogan yang kehilangan cengkeraman kekuasaan di Istanbul selama 25 tahun.

Kandidat yang didukung Erdogan, Binali Yildirim, segera memberikan ucapan selamat kepada lawannya, Ekrem Imamoglu, atas kemenangan itu.

"Saingan saya unggul, dan saya memberinya ucapan selamat dan sukses," kata Yildirim. "Pemilu berarti demokrasi dan pemilu-pemilu ini mengungkap sekali lagi bahwa demokrasi berjalan dengan baik di Turki."

Erdogan juga memberi ucapan selamat kepada Imamoglu lewat twitter, "keinginan rakyat telah terwujud lagi," tulis Erdogan.

Hasil-hasil awal menunjukkan Imamoglu menaikkan margin kemenangannya menjadi lebih dari 700.000 suara dengan 54 persen dari total suara. Angka itu naik dari jajak pendapat Maret lalu yang memperlihatkan dia hanya menang tipis dengan selisih 13.000 suara.