Bupati Madiun, Jatim Ahmad Dawami memberikan keterangan tentang penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun, Minggu, 26 April 2020. (Foto: Antara/Louis Rika)

10 Santri Temboro Asal Madiun Positif Corona

Jawa Timur 26 April 2020 17:00 WIB

Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur menemukan sebanyak 10 warganya, yakni santri yang baru pulang dari pondok pesantren (ponpes) di Temboro Magetan, menunjukkan hasil reaktif saat dilakukan "rapid test" atau tes cepat deteksi kemungkinan paparan Covid-19.

"Total hingga Sabtu tanggal 25 April 2020 ada 104 santri warga Kabupaten Madiun yang pulang dari Ponpes Temboro dan dilakukan 'rapid test'. Hasilnya, dari 104 anak tersebut, ada 10 yang reaktif dan lainnya negatif," kata Bupati Madiun Ahmad Dawami kepada wartawan di Madiun, Minggu.

Menurut dia, kondisi ke-10 santri tersebut baik dan telah menjalani isolasi atau karantina di rumah sakit Kabupaten Madiun yang menjadi rujukan penanganan COVID-19.

Ia menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan rapid test itu bukan diagnosis, namun sebatas "skrining". Karena itu, perlu dilakukan tes lanjutan, sehingga bisa diketahui apakah santri tersebut positif corona atau tidak.

"Terhadap santri yang reaktif telah dilakukan tes 'swab' untuk memastikan masing-masing bersangkutan positif terinfeksi corona atau tidak," katanya.

Pihaknya meminta warga Kabupaten Madiun untuk tetap tenang dan tidak panik dengan kepulangan para santri Temboro.

Menurut dia yang terpenting adalah warga mengikuti protokol kesehatan, seperti selalu menerapkan hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak.

Sesuai data, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga kini mencapai empat orang. Dari jumlah itu, dua orang telah dinyatakan sembuh. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 281 orang dan PDP 20 orang.

"Jumlah ODP meningkat karena disumbang dari para santri warga Kabupaten Madiun yang pulang dari Temboro. Meski hasil tes cepatnya negatif, mereka tetap dipantau karena berpotensi masuk dalam klasifikasi orang tanpa gejala (OTG)," demikian Ahmad Dawami.

Penulis : Antara

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 09:20 WIB

Mengapa Perselingkuhan Bisa Terjadi?

Konsultasi Psikologi

Kenali tanda-tanda perselingkuhan dan solusi permasalahannya.

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...