10 Pidato Terakhir Mantan Presiden Mesir Sebelum Wafat di Sidang

18 Jun 2019 16:50 Internasional

Mantan presiden Mesir, Mohamed Morsi, meninggal dunia di usia 67 tahun, setelah menjalani sesi persidangan di Kairo menghadapi tuduhan mata-mata, Senin 17 Juni 2019. Seperti dilaporkan stasiun televisi Pemerintah Mesir, Morsi sempat pingsan dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Pihak keluarga menyebut, Morsi mengidap penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes. Ia disebut tidak mendapatkan perawatan medis selama di penjara. Sebelum wafat, Morsi telah menjalani masa hukuman tujuh tahun, karena dinilai terbukti memalsukan aplikasi pencalonannya untuk pemilihan presiden 2012.

Morsi terpilih secara demokratis pada 2012, setelah bergolaknya Musim Semi Arab 2011 di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Naiknya Morsi ke pucuk kekuasaan menandakan berakhirnya 30 tahun pemerintahan Presiden Hosni Mubarak. Morsi kemudian digulingkan, menyusul aksi protes massal dan kudeta militer pada Juli 2013.

Morsi tercatat hanya menjabat satu tahun sebagai Presiden Mesir, dari masa jabatan empat tahun.

Berikut ini 10 pernyataan Morsi dalam pidato terakhirnya sebelum wafat.

1. Kalian telah menuduh saya melakukan aksi mata-mata kerjasama intelijen bersama Hamas. Sekarang (pemerintahan) kalian berinteraksi dan bekerja sama juga dengan Hamas.

2. Kalian telah menuduh saya atas apa yang terjadi di Sinai, dan sekarang kalian menyaksikan juga yang terjadi di Sinai (penyerangan dan pembunuhan ),sementara saya sudah ada di dalam penjara.

3. Kalian menuduh saya terkait insiden kekerasan di Mesir, sekarang kalian menyaksikan apa yang terjadi di gereja dan masjid (serangan pemboman), dan pengusiran penduduk dari beberapa kampung dan daerah di Mesir.

4. Kalian mengkudeta saya dan tak pernah membiarkanku sehari saja tanpa penyiksaan di dalam penjara. Kalian ingin membunuhku dengan berbagai macam cara, tapi pada saat yang sama kalian juga ketakutan akan kerasnya reaksi publik.

5. Tidak ada yang tahu kapan ajal seseorang kecuali Allah. Dia-lah yg berkuasa atas segala urusan. Dan tidaklah kami ucapkan selain, "Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung dari setiap pelaku kezaliman dan antek-antek penjahat kudeta".

6. Saya akan bertemu Allah dalam kondisi bersabar dan berharap mendapatkan pahala. Saya yakin sepenuhnya akan bertemu dengan para penjahat itu dihadapan Allah, dan di sisi-Nya akan tuntas segala perselesihan (dengan keadilan).

7. Pesan kepada anak-anak dan istri saya, Allah menyaksikan bahwa sungguh saya mencintai kalian, dengan sebuah cinta yang tidak akan mengetahuinya kecuali hanya Allah semata.

Betapa sering saya menderita, kesakitan, menjalani kehidupan dalam penjara tanpa obat dan pengobatan, tapi saat itu saya memikirkan kalian siang dan malam. Saya tak tahu kapan kita akan bertemu, dan sungguh mungkin pertemuan kita kelak di Surga. Kita mohon itu kepada Allah, dan kita adukan kepada-Nya kezaliman mereka yang zalim.

8. Sungguh saya sampaikan kepada kalian bangsa Mesir yang agung, "Kalian mampu  menjalankan perubahan wahai pemuda-pemuda Mesir. Jangan meninggalkan dan mengecewakan para ibu-ibu yang anak-anaknya dalam perjuangan ini, juga mereka saudara2mu yang telah terzalimi". Sesungguhnya kezaliman tidak akan abadi, karena hanya Allah yang kekal.

9. Pemerintahan saya belum berjalan satu tahun lamanya, dan banyak sekali upaya interfensi dari banyak negara, baik itu zionis, Amerika dan juga Arab. Mereka menginterfensi banyak urusan Mesir dan membeli para pengkhianat bayaran untuk menghancurkan negeri ini. Dan sekarang ini Mesir sebagaimana kalian saksikan setiap hari, kejadian perusakan  dan bangsa ini tidak pernah tenang kecuali dengan hilangnya pelaku kezaliman, dan kembali bebasnya korban yang terzalimi.

10. Point terakhir yang disampaikan Mursi sebelum jatuh ke lantai, yang berhasil direkam media televisi Mesir tapi tidak disiarkan, "Saya hanya menunggu perjumpaan dengan Allah semata wahai para Hakim, celakalah hakim dunia oleh hakim langit". Saat mengucapkan kata terakhirnya itu, Morsi mengangkat jari telunjuknya ke atas lalu tubuhnya jatuh ke lantai. (wid/yas)

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini