Tiga perempuan membawa wadah makanan. 10 negara ini mengalami krisis kemanusian namun lolos daripemberitaan media. (Foto:unsplash)

10 Negara Tertimpa Krisis Kemanusiaan, Mengapa Lolos dari Media?

Human Interest 03 February 2020 15:28 WIB

Lembaga kemanusiaan CARE merilis 10 negara penderita krisis kemanusiaan yang lolos dari bingkai pemberitaan media massa selama satu tahun terakhir. Mereka juga menyebutkan mengapa media abai terhadap penderitaan itu.

Madagaskar

Akhir tahun 2019, Madagaskar mengalami kekeringan, menyebabkan hasil panen berkurang, serta serangan hama Armyworm, memperparah kondisi kekurangan makanan. Sedikitnya seperempat dari 916 ribu orang penduduk mengandalkan makanan dari pemberian.

Madagaskar menduduki peringkat ke empat negara yang mengalmi malnutrisi kronis di dunia. Perdetiknya, ada anak di bawah umur lima tahun yang malnutrisi. Ini berdampak pada kerentanan mereka terpapar penyakit. Awal 2019, terdapat 127 ribu kasus campak menyerang anak-anak. Namun, penderitaan mereka sangat jarang terekspose media.

Republik Afrika Tengah

Konflik yang pecah sejak 2013 dan meningkat di tahun 2017 menyebabkan setengah dari 2,6 juta populasinya bertumpu pada bantuan kemanusiaan.

Burundi

Diperkirakan sedikitnya 326 ribu orang mengungsi ke Rwanda, Uganda, dan Kongo. Sebanyak 106 ribu orang kehilangan rumah tinggalnya di Burundi. Tragedi muncul karena konflik politik, kemiskinan, bencana alam, malaria, dan wabah ebola.

Zambia, Kenya, dan Lake Chad

Kemarau menyebabkan kekeringan dan gagal panen serta kelangkaan pangan di Zambia. di Kenya kondisi diperburuk dengan banjir, sedangkan Lake Chad menghadapi krisis air dengan turunnya permukaan air.

Eritrea

Negara ini mengalami kekeringan, kelangkaan pangan, serta gagal panen. Produksi pangan dalam negeri hanya mampu memenuhi 60 hingga 670 persen kebutuhan, pada tahun sebelumnya produksi pangan hanya mampu memenuhi 30 persen kebutuhan saja. Ranjau bekas konflik dengan Somalia serta tradisi sunat perempuan mengancam kehidupan warga Eritrea.

Negara itu melarang organisasi kemanusiaan swasta beroperasi serta akses atas jurnalis dibatasi.

Korea Utara

Sekitar 43 persen populasi mengalami kurang gizi karena gagal panen akibat alat pertanian yang kuno serta gelombang panas dan kekeringan. Seumlah bencana alam di tahun 2018 meningkatkan kelangkaan pangan. Sebanyak 40 persen populasi di Korea tak memiliki akses pada air bersih sehinga meningkatkan diare dan penyakit lain pada anak-anak.

Burkina Faso

Pemberontakan dan serangan kelompok bersenjata membuat sekitar 5,2 juta atau lebih dari seperempat populasi negara tersebut terdampak konflik, sekitar 30 ribu orang tiap bulan kehilangan rumah dan menjadi pengungsi. Sekitar 1,5 juta warga menbutuhkan bantuan kemanusiaan, angka diprediksi naik hingga 2,2 juta tahun 2020.

Ethiopia

84 persen keluarga hidup di wilayah terpencil, 7,9 juta orang menderita malnutrisi. Bencana alam dan kelangkaan makanan menyebabkan 200 ribu orang menjadi pengungsi di dalam negeri.

CARE menyebut jika sebanyak 160 juta penduduk di daerah itu hidup dengan bergantung pada bantuan kemanusiaan. Sebagian tak bisa mengungsi ke negara yang lebih baik karena geografis yang mengancam nyawa, atau terlalu miskin. Sejumlah negara juga tak mengizinkan organisasi kemanusiaan asing masuk, diterjemahkan dari dw.com.

Akses terhadap jurnalis juga banyak dibatasi di beberapa negara. Hal itu menyebabkan kondisi krisis tersebut banyak luput dari pemberitaan media.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 May 2020 01:20 WIB

Kekerasan Rohingya, Muslim Gambia Laporkan Myanmar

Internasional

Myanmar diminta serahkan laporan berkala pada ICJ.

26 May 2020 00:27 WIB

H.M. Azmi Nawawi, Takmir Masjid Sunan Ampel Meninggal Dunia

Surabaya

Senin malam meninggal dunia H.M.Azmi Nawawi, takmir agung Sunan Ampel.

25 May 2020 23:54 WIB

PUPR Imbau tak Mudik Lewat Video Pendek

PUPR

Kementerian PUPR minta warga tak mudik.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.