10 Negara, Sasaran Distribusi Hewan Kurban PBNU

11 Aug 2019 22:09 Nasional


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah NU (LAZISNU) menditribusikan 590 hewan kurban yang terdiri dari 90 sapi dan 500 kambing ke ratusan lokasi mulai dari dalam hingga luar negeri.

Wakil Direktur LAZISNU sekaligus Ketua Panitia Kurban, Hafidz Ismail menyatakan pendistribusian hewan kurban jenis sapi dikirim di dalam negeri meliputi sejumlah daerah hingga daerah terluar dan terjauh seperti Papua, Sorong, Wamena, Pontianak, Lombok, Konawe, sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, Banyuwangi, Sukabumi dan Cianjur.

Sementara itu, pendistribusian ke luar negeri dilakukan ke sejumlah negara berbasis negara Islam. Seperti di lima negara berikut: Mesir, Sudan, Bosnia, Maroko dan Tunisia. Selain didistribusikan oleh LAZISNU dari Jakarta, ada pula beberapa Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama sejumlah negara yang mengelola sendiri hewan kurbannya, ke lima negara lain, seperti Taiwan, Belanda, Hongkong, Korea Selatan dan Malaysia.

Hewan kurban jenis kambing yang berjumlah sekitar 500, dibagikan berbagai Pesantren, Majlis Taklim dan Pengurus NU level provinsi, kota hingga ranting.

Adapun donator hewan kurban terdiri dari beberapa unsur, mulai dari pemerintah hingga pengusaha.

“Kalau untuk kurban sapi itu total sekitar 90. Dari jumlah itu, cuma yang disembelih di PBNU itu 6. Sapi berasal dari Pak Jokowi, Bu Susi, Menteri Perhubungan Kapolri Pak Tito, Pak Dzan Faridz dan Bintang Toedjoh,” kata Hafidz Ismail, di kantor PBNU, Jakarta, dikutip dari situs resmi islam.nu.or.id, Minggu 11 Agustus 2019.

Hafidz Ismail juga menyampaikan, masyarakat semakin mempercayai LAZISNU sebagai lembaga yang menyalurkan hewan kurban. Hal itu tampak dari meningkatnya jumlah hewan qurban yang disalurkan oleh LAZISNU yang mencapai tiga kali lipat dari tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 213 hewan kurban.

 

Daging kurban di PBNU akan dibagikan pada seribu mustahik melalui seribu kupon yang telah dibagikan. “Harapannya mudah-mudahan menjadi satu manfaat yang dirasakan saudara-saudara kita yang kurang mampu, dan menjadi amal baik buat para donatur semuanya,” katanya.

Berkurban dilaksanakan pada setia Hari Raya Idul Adha pada 10  Dzulhijjah. Tidak semua Muslim bisa menunaikan ibadah haji. Bukan hanya orang Indonesia, kaum Muslimin yang tinggal di Saudia Arabia saja belum tentu dapat menunaikan ibadah haji secara keseluruhan.

Ada orang yang memandang, itulah alasan kenapa ibadah haji merupakan panggilangan langsung dari Allah, yang lain lagi menyebutkan sebagai undangan dari Tuhan. Bisa saja orang biasa, secara kasat mata dia tidak mungkin dapat memenuhi biaya pelaksanaan ibadah haji namun toh dia berangkat ke Mekah juga. Sebaliknya, tidak sedikit orang kaya dan mampu membayar biaya haji namun sama sekali sampai tahun ini belum berangkat ke Mekahjuga, bahkan mendaftar dan menabung ONH saja tidak terpikir sama sekali. 

Pandangan orang tentang hal di atas dapat saja benar. Namun yang paling hakiki dari kenyataan dan realitas kehidupan ini, saya tetap berpegang tegung pada pandangan bahwa hidup memang selalu diliputi oleh misteri. Pada sisi lain, hidup memang absurd, dan manusia hebat adalah manusia yang dapat larut dan melawan abrusditas dalam kehidupan tersebut. 

Islam memandang –bahkan jika kita telaah ayat-ayat di dalam Al-Quran- ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang melintasi dimensi-dimensi realitas. Haji merupakan jenis ubudiyah dengan corak multi dimensi, dipenuhi oleh berbagai simbol yang dapat saja ditafsirkan melalui pendekatan syariat, tarekat, dan hakikat. Ayat-ayat al-Quran tentangnya juga dapat saja ditakwilkan dengan berbagai sudut pandang.

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini