1 Juta Penonton, Pemain 'Gundala' Apresiasi Penonton Indonesia

08 Sep 2019 19:49 Film

Film patriot 'Gundala' yang resmi rilis pada 29 Agustus 2019 lalu, kini sudah mencapai angka 1 juta penonton. Padahal lama penayangan baru delapan hari. Hasil ini tentu membawa angin segar bagi film sekuel selanjutnya yang akan rilis Jagad Sinema Bumilangit.

Tingginya animo penonton terhadap fil Gundala, para pemainnya pun memberikan apresiasi pada seluruh masyarakat Indonesia yang menonton dan mendukung.

"Bukan masalah berapa nominal yang nonton, tapi yang buat itu jadi bahagia adalah apresiasi mereka pada film ini. Setiap orang keluar bioskop bilang makasih ya udah bikin film ini. Makasih ya sudah niat untuk mengarap film ini, ini yang bikin kami bangga," kata Abimana Aryasatya pemeran Gundala ditemui usia visit teater di Royal Plaza Surabaya, Minggu, 8 September 2019.

Pemain lain yang juga turut hadir di Royal Plaza Surabaya, Tanta Ginting juga mengungkapkan, rasa girangnya atas animo masyarakat yang tinggi pada film Gundala.

"Film ini dibuat untuk Indonesia. Animo masyarakat responnya kuat banget dari sosial media atau tiap melakukan teater visit. Responnya bagus banget. Hypenya kerasa banget dari media sosial," ungkap Tanta, yang berperan sebagai preman di Film 'Gundala' ini.

Tanta juga menceritakan, saat melakukan visit teater di beberapa kota meskipun tanpa aktor utama yaitu, Abimana Aryasatya masyarakat tetap menyambutnya dengan gembira.

Para pemain film Gundala saat berinteraksi dengan penonton Foto Istimewa
Para pemain film Gundala saat berinteraksi dengan penonton (Foto: Istimewa)

"Ada atau enggak ada Mas Abi, antusiasnya sangat tinggi dan semoga bisa terus menular dan bertambah animo masyarakatnya," ucap Tanta. 

Begitu pula dengan teater visit yang dilakukan di Surabaya. Antusiasme penonton dapat terlihat dari sorak sorai yang tidak berhenti dari awal para pemain menyapa dan berinteraksi dengan mereka. 

Baik Tanta Ginting maupun Abimana Aryasatya sepakat bahwa film Gundala masih memiliki beberapa kekurangan, dari kritik masyarakatlah nantinya kekurangan itu dapat diperbaiki. 

"Kami sadar film ini bukan film yang terbaik. Kritik dari penontonlah nanti yang akan membuat filmnya terus membaik," ujar Abimana. 

Film karya Joko Anwar ini, juga mendapat apresiasi dari festival film di Toronto, Kanada. Film ini juga akan ditayangkan di sana.

Penulis : Pita Sari
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini