Santri Jadi Kekuatan Ekonomi, Wagub Teken MoU

18 Apr 2019 17:25 Jawa Timur

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Internastional Council for Small Business (ICSB) Indonesia sepakat meneken MoU, Kamis, 18 April 2019. MoU diteken sebagai langkah awal dalam mewujudkan program unggulan pemerintah Jawa Timur yaitu, satu pesantren satu produk. One pesantren one product. 

Emil Dardak mengatakan, Jawa Timur merupakan basis santri yang besar, Basis ini dapat menjadi kekuatan luar biasa untuk turut membangun bidang ekonomi.

"Kami menyadari fakta, basis santri di Jatim bisa menjadi satu kekuatan. Untuk itu kami memcoba membangun ekonomi santri menjadi satu kesatuan," ujar Emil di Auditorium Unusa, Surabaya.

Emil menjelaskan, beberapa strategi akan ditanamkan kepada para santri untuk menjalankan program ini. "Kuncinya brand manajemen, produk manajemen dan customer manajemen. Jadi brandnya apa, produknya apa, lalu customernya siapa. Pemahaman inilah yang akan kita tanamkan," kata Emil.

Menurutnya, bila ketiga elemen ini sudah tertanamkan.Pesantren dapat memutuskan untuk berkonsentrasi pada satu komoditi yang nantinya akan membuatnya ahli dalam hal tersebut.

"Kami percaya bahwa sukses tidak didapatkan dengan coba-coba, harus ada keseriusan, fokus dan kepakaran yang harus dimiliki. Hal inilah yang akan kita identifikasi," imbuhnya.

Sebagai tahap awal, kata Emil, dilakukan profiling terhadap produk-produk yang sudah berkembang seperti air minum kemasan dengan brand Santri untuk dilihat peluang yang lebih besar dalam pengembangan.

Sementara itu Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, Rektor Unusa mengungkapkan, Unusa akan mengambil salah satu peran dalam mendukung program ini yaitu, riset dan pemetaan.

"Peran yang akan dimainkan Unusa ialah riset dan pemetaan untuk branding dan lain sebagainya. Yang akan dimulai sejak hari ini penandatanganan MoU," Achmad Jazidie.

Hermawan Kartajaya, Chairman of Internastional Council for Small Business (ICSB) turut hadir menjelaskan nantinya untuk menunjang program ini dapat dilakukan komunal brand. Artinya satu brand yang dapat digunakan bersama. "Jadi satu brand tapi banyak produk. Kalau brandnya banyak kan repot juga bersaingnya, karena untuk membangun satu brand yang kuat juga tidak mudah," terang Hermawan.

Hermawan lantas mencotohkan brand kopi Van Dilem yang ada di Trenggalek, Jawa Timur. Satu brand tersebut dapat digunakan oleh banyak produsen kopi yang ada disana. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini