Tak Manusiawi, Lurah Jelambar Merendam Tenaga Honorer di Got

15 Dec 2019 07:25 Nasional

Lurah Jelambar Jakarta Barat Agung Triatmojo ini melakukan tindakan yang tak lazim pada tenaga honorer DKI. Pasalnya, dia merendam puluhan tenaga honda itu di dalam got, atau saluran pembuangan limbah rumah tangga. Aksi tersebut sempat direkam oleh warga yang akhirnya viral di media sosial. 

Dia melakukan hal itu dengan dalih sebagai tes fisik untuk perpanjangan kontrak kerja tahunan. Tak ayal, perbuatan Lurah Jelambar ini dikecam oleh warganet dan beberapa pihak, sehingga Lurah Jelambar, Jakarta Barat, ini terancam dicopot dari tugasnya. 

Di video itu terlihat ada lebih dari 30 pria dan wanita berendam dalam sebuah saluran air, berbaris dalam dua banjar. Air tersebut tampak berwarna coklat kehitaman.

Orang-orang di dalam saluran air ini saling memijat bahu, bergantian baik pria maupun wanita. Mereka tampak diawasi oleh sejumlah orang yang mengenakan pakaian dinas PNS/ASN. 

Salah satu pihak yang kecewa atas tindakan itu adalah Koordinator Wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih. Nur mengaku kecewa dan marah perlakuan Kelurahan Jelambar atas tes fisik yang tidak manusiawi.

"Kami dari forum, kecewa dan marah kenapa kawan-kawan kami diperlakukan seperti itu," ucap Nur dalam pernyataan tertulis, Sabtu 14 Desember 2019.

Nur Baitih mengatakan, tes fisik itu tidak seharusnya dilakukan di dalam got yang berisi air keruh. Dia juga menilai tindakan itu tidak manusiawi.

"Kalau diadakan tes nggak seperti itu lah, kami kan manusia, teman-teman memang butuh pekerjaan, tapi nggak musti seperti itu, itu nggak manusiawi, airnya kotor, hitam, pasti penuh kuman dan penyakit," katanya.

Menurut Nur, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah sudah mengeluarkan surat edaran Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan. Namun, kata Nur, Kelurahan Jelambar tidak melaksanakan perintah yang tertuang dalam surat itu, padahal di dalam surat itu jelas diterangkan bahwa pegawai honorer yang ingin melanjutkan kontrak tidak lagi mengikuti tes fisik dan tes tertulis.

"Rupanya banyak lurah, terutama di DKI Jakarta, yang lapor ke forum itu. Jakarta Barat masih ikuti (aturan) pertama, jadi SE (surat edaran) Sekda ini nggak dijalankan, maka terjadilah tes lapangan," keluhnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menurunkan Inspektorat untuk mempelajari tindakan Lurah Jelambar Jakarta Barat. "Kalau terbukti bersalah, hanya ada satu kata 'dicopot'," kata Anies.

Sementara Lurah Jelambar, Agung Triatmojo, belum bisa dikonfirmasi. Teleponnya bernada sibuk terus.