Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memperlihatkan prasarana fasilitas Rumah Sakit Khusus Penangan Covid-19. (Foto: Istimewa)
Waspada corona

Pemkot Kediri Punya Rumah Sakit Khusus Penanganan Covid-19

Jawa Timur 19 May 2020 18:48 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menyediakan fasilitas rumah sakit khusus penanganan Covid -19. Ini merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian dalam menangani bencana nasional.

Rumah sakit ini diperuntukan merawat orang dalam pantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Lokasi rumah sakit berada di RSUD Kilisuci atau Gambiran Lama, Jalan KH Wachid Hasyim No. 198, Bandar Lor Kota Kediri.

"Karena ruang isolasi di RSUD Gambiran sudah penuh, dan sebagian OTG saat ini dirawat di Puskesmas, juga isolasi mandiri di rumah. Jadi kami fungsikan rumah sakit lama ini, kami perbaiki dan tambahi fasilitas yang sesuai untuk penanganan Covid-19," kata Walikota Kediri sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.

Walikota Kediri meninjau persiapan untuk pembukaan operasional rumah sakit didampingi Direktur RSUD Gambiran Fauzan Adima, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sunyata, pada Selasa 19 Mei 2020.

Rombongan ini melihat langsung ruangan-ruangan yang akan digunakan sebagai tempat penanganan pasien Covid-19. Beberapa ruangan yang dilihat oleh walikota seperti ruangan untuk ODP, ruangan untuk PDP, ruangan untuk OTG, laboratorium serta beberapa fasilitas seperti masjid, dapur dan kamar mandi. Semua fasilitas sudah siap untuk digunakan.

Selain meninjau tempat penangan ODP, PDP dan OTG, walikota juga hadir dalam pembekalan relawan tenaga kesehatan yang beberapa waktu lalu dilakukan perekrutan oleh Pemerintah Kota Kediri, yang kebetulan tempat pembekalannya juga di RSUD Kilisuci.

Dalam acara pembekalan tersebut Walikota Kediri menyampaikan bahwa sangat senang bertemu dengan para relawan tenaga kesehatan yang masih muda dan semangat.

"Untuk tenaga kesehatan yang baru direkrut ini agar memberikan pelayanan prima kepada para pasien, dan paradigma lama harus ditinggalkan seperti perawat yang judes tidak boleh karena yang harus diperlihatkan kepada pasien adalah energi yang positif," tutur Abdullah Abu Bakar.

"Kalau orang yang kita layani tengah sakit, dan kita melayaninya dengan baik hingga sembuh. Selain kita melayani secara fisik juga harus punya chemistry, melayani dengan hati," sambungnya.

Penulis : Fendhy Plesmana

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2020 00:15 WIB

Pasien Pertama Dunia yang Sembuh dari HIV, Meninggal

Internasional

Timothy Ray Brown sembuh dari HIV di tahun 2007.

30 Sep 2020 23:05 WIB

Hobi Memaki, Lima Burung Beo Hilang dari Kebun Binatang

Internasional

Burung beo memaki burung dan pengunjung.

30 Sep 2020 22:45 WIB

Operasi Yustisi di Pasuruan, 53 Warga Terkena Sanksi Denda

Ngopibareng Pasuruan

Sebanyak 53 warga didenda Rp50 ribu perorang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...