Indonesia Memiliki 8 Jenis Kopi, Tersebar di Berbagai Daerahnya

16 Aug 2016 17:20 ngopiNEWS

ngopibareng.id Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia, dan sekaligus sebagai salah satu produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia, negara yang memiliki iklim cukup ideal untuk memproduksi kopi. Karenanya perkebunan didirikan di wilayah lain seperti Jawa, Sumatera dan Sulawesi.

Sampai saat ini, perkebunan kopi Indonesia sudah mencakup 1,24 juta hektar, dari 933 hektar perkebunan robusta dan 307 hektar perkebunan arabika. Untuk lebih mengenal kopi asal negeri sendiri, ternyata negara ini memiliki 8 jenis kopi, seperti:

1. KOPI LUWAK

Kopi Luwak yang dihasilkan dari biji kopi yang dipilah melalui sisa kotoran  hewan luwak atau musang. Biji kopi yang dilakukan dari hewan ini memiliki cita rasa yang berbeda ketimbang biji kopi lainnya, karena proses yang dilalui setelah memakan biji kopi lalu melewati saluran pencernaan luwak tadi. Kopi Luwak sudah dikenal sejak tahun 1980-an. Biji kopi ini merupakan salah satu termahal didunia dengan harga $ 100 per 450 gram.

2. KOPI TORAJA

Kopi ini terkenal dengan kelezatannya, dan cita rasa yang unik seperti ada unsur tanah di dalamnya. Terdapat dua jenis Kopi Toraja yaitu Robusta dan Arabika. Kedua jenis kopi ini memiliki kandungan asam cukup rendah, perbedaan dari kedua jenis ini terdapat pada kandungan kafein yang ada pada masing-masing kopi. Sensasi rasa pahit langsung hilang sesaat ketika diminum pertama kali, sehingga tidak meninggalkan rasa pahit.

3. KOPI LANANG

Kopi ini berasal dari Bayuwangi, Jawa Timur, tumbuh di suhu 20o-30oC pada ketinggian 1800 mdpl. Dinamakan Kopi Lanang karena bentuk biji kopi yang tunggal, bulat dan tidak berbelah seperti biji kopi pada umumnnya.

Kopi Lanang dapat dihasilkan dari jenis Kopi Robusta dan Kopi Arabika. Untuk aroma dan rasa kopi ini lebih kuat. Karena mengandung banyak senyawa Tribulus Terrestris yang merupakan suplemen herbal populer yang mampu meningkatkan kadar testosteron, gairah seks dan dehydroepiandrosterone (DHEA). Kopi ini dapat dipercaya mampu meningkatkan vitalitas pria dan kandungan kafein 2.1%, serta nilai jual kopi ini lebih tnggi daripada kopi pada umumnya.

4. KOPI KINTAMANI

Kopi ini berasal dari Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Merupakan kopi nomer tiga di Indonesia, kopi ini telah mendapat sertifikat Indikasi Geografis Unik, yang dikenal dengan nama Indikasi Geografis.

Kintamani dapat tumbuh didataran tinggi yang sejuk, sehingga kopi dapat tumbuh sumbur diwilayah ini. Kopi jenis ini dapat ditanam dengan tumpang sari bersama dengan tanaman lain, seperti jeruk dan sayuran.

Dari rasanya sendiri, Kopi Kintamani memiliki rasa yang unik yaitu rasa buah-buahan yang asam dan segar, karena pengaruh dari sistem tumpang sari tadi. Selain rasa buah, kopi ini memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat dan diproses melalui proses basah atau wet processed.

5. KOPI ACEH GAYO

Kopi ini berasal dari kota yang mendapat julukan Serambi Mekah, Aceh. Mayoritas masyarakatnya adalah petani kopi Gayo. Varietas Arabica mendominasi jenis kopi ini, sehingga produksi Kopi Arabica yang dihasilkannya adalah yang terbesar di Asia.

Kopi Aceh Gayo memiliki rasa pahit yang tidak tertinggal dilidah, bahkan rasa pahitnya nyaris tidak terasa pada kopi ini. Kopi ini memiliki bau harum, serta rasa gurih, tanpa rasa pahit melebihi cita rasa kopi Blue Mountain yang berasal dari Jamaika. Yang membuat unik dari kopi ini yaitu penanamannya secara organik.

6. KOPI WAMENA

Kopi Wamena berasal dari Papua, di wilayah Timur Indonesia. Dapat tumbuh di ketinggal 1.500 mdpl dengan suhu 20oC, menjadikannya kopi dengan cita rasa ringan dengan kandungan keharuman yang tajam.

Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah, untuk penikmat kopi, dan bertekstur ringan, minim ampas, harum dan tidak asam inilah pilihan yang tepat.

7. KOPI FLORES BAJAWA

Kopi ini berasal dari dataran Flores yang bergelombang, banyak gunung berapi aktif dan tidak aktif. Dari abu gunung berapi inilah dapat menciptakan tanah Andosols yang subur dan ideal untuk pertumbuhan kopi organik.

Tumbuh pada ketinggian 1.200 – 1.800 mdpl di lereng bukit dan ditanam dibawah naungan pepohonan, proses basah dipermukaan datar pertanian. Kopi Flores memiliki rasa yang cukup abadi dibanding dengan kopi lainnya. Aroma yang cukup bertahan lama, sehingga kopi ini banyak diincar oleh penikmat kopi ditanah air. Kopi Flores Bajawa diproduksi oleh kelompok tani di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur secara organik yang ditanam dan diolah oleh perkebunan rakyat setempat.

8. KOPI JAWA

 

Tentunya kopi ini berasal dari Tanah Jawa. Kopi Jawa memiliki cita rasa sendiri. Aroma rempah-rempahnya terasa secara alami yang menjadikan kopi jenis ini dapat dinikmati karakteristiknya berbeda dari jenis kopi lain.

Meskipun Kopi Jawa ini tidak sekuat ketujuh jenis kopi diatas, namun kopi ini mampu mimikat pecinta kopi dengan kelasnya tersendiri. Biji Kopi Jawa yang tua disebut old-brown bentuknya besar, dan rendah kadar asam.

(hrs) Sumber: : miner8.com

Penulis : Ngopibareng V1


Bagikan artikel ini