Sejarah Ford: Dari Anak Cucu ke Profesional
SAPA#0989: Haruskah perusahaan dipimpin oleh anak cucu pendiri? Mari belajar dari Ford. Dengan korporatisasi, perusahaan dipimpin oleh para profesional yang kinerjanya terbukti. Ini sangat penting pada jaman kekinian dimana seorang anak tidak bisa lagi diatur-atur pilihan karirnya oleh orang tua. Mereka silakan berkarir apa saja sesuai pilihan. Orang tua cukup mendidiknya baik-baik dan mewariskan saham dengan nilai dan dividen yang melimpah. Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://t.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Sejarah Ford: Dari Anak Cucu ke Profesional

DITULIS USER

Manajemen
ngopiTURIAL 19 Mar 2018 WIB

Edsel Ford adalah satu-satunya anak Henry dan Clara Ford. Tahun 1943 Edsel meninggal setelah memimpin perusahaan sejak tahun 1919. Sepeninggal Edsel, Henry Ford mengambil alih kembali posisi presiden.

Setelah 2 tahun memimpin, Henry Ford menyerahterimakan tongkat estafet kepada Henry Ford II, cucunta alias anak Edsel Ford. Henry Ford II memegang posisi sebagai presiden sejak tahun 1945-1960 dab selanjutnya chairman dan CEO tahun 1960-1979. Tahun 1980 Phillip Chaldwell menggantikan Henry Ford II. Chaldwell adalah CEO pertama yang bukan dari keluarga Ford.

Pada proses awal korporatisasinya, Ford Motor Company dipimpin secara turun-temurun oleh anak dan cucu Henry Ford, sang pendiri. Korporatisasi terus berjalan seiring terus membesarnya Ford karena setoran modal dari publik. Selanjutnya, Ford adalah perusahaan terkorporatisasi yang dipimpin oleh para profesional. Anak cucu cukup mewarisi saham menikmati dividen dan berkarir sesuai pilihan.

 

SOP, KPI, Studi Kelayakan, Kelas Manajemen, Road Map, Konsultan Bisnis, Konsultan Manajemen, Konsultan Manajemen Bisnis, Management Sparring Partner, SNF Consulting

Penulis : Manajemen

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.