Rights Issue Sari Roti: Saham Terdilusi, Mengapa Menarik?

17 Jan 2018 14:53   ngopiTURIAL
Rights Issue Sari Roti: Saham Terdilusi, Mengapa Menarik?
SAPA#0928: Dalam korporatisasi, dilusi saham adalah keniscayaan. Memang ada yang masih menganggapnya sebagai sesuatu yang merugikan. Tapi faktanya, dilusi justru sangat menguntungkan pesaham lama (existing shareholders). Perusahaan akan mendapatkan modal sangat besar untuk ekspansi. Hasil ekspansi akan meningkatkan dividen dan nilai saham (capital gain) yang akan dinikmati para pesaham, termasuk pesaham lama atau pendiri. Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://t.me/sarapanpagi

Salah satu peran penting investment company seperti yang potensial didirikan oleh Dahlan Iskan (SAPA#0926-SAPA#0927) adalah menyetor modal bagi perusahaan yang melepas saham baru (rights issue) seperti yang dilakukan Sari Roti melalui PUT I Tahun 2017.

Rights issue menyebabkan dilusi (penurunan prosentase) pesaham lama (existing shareholders). Mengapa mau? Pertama, dalam perseroan terbatas ada pemisahan yang tegas antara pesaham dengan perusahaan. Pesaham memilih direksi dan komisaris dan menerima dividen plus capital gain hasil kerja direksi. Perusahaan sepenuhnya diurus oleh direksi dan komisaris. Kedua, ada "upeti" berupa agio saham dari pesaham baru kepada existing shareholders.

Pada PUT I Sari Roti, Saham nilai nominal Rp 20 diambil investor dengan menyetor Rp 1275. Sari Roti menerima "upeti" Rp 1255 per lembar atau total Rp. 1,4T dengan melepas 18% saham. Dananya akan digunakan untuk membangun 4-6 pabrik baru untuk peningkatan omzet dan laba yang akan dinikmati pesaham.

 

SOP, KPI, Studi Kelayakan, Kelas Manajemen, Road Map, Konsultan Manajemen, Konsultan Bisnis, Management Sparring Partner, SNF Consulting