Korporatisasi Martina Berto
SAPA#1007: Perusahaan yang proses korporatisasinya berhenti cenderung stagnan. Stagnan dalam hal pendapatan, laba, aset dan kapilasi pasar. Perusahaan yang stagnan tidak menarik bagi SDM yang progresif. Mereka lebih suka masuk pesaingnya yang progresif dan tumbuh pesat. Maka, saatnya Martina Berto melanjutkan proses korporatisasinya. Tidak bisa ditunda lagi. Sarapan Pagi persembahan SNF Consultinghttps://t.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Korporatisasi Martina Berto

DITULIS USER

Manajemen
ngopiTURIAL 06 Apr 2018 WIB

Seperti pada tampilan di atas, Martina Berto (berdiri 1977) telah IPO tahun 2011. Ketika itu perusahaan besutan Martha Tilaar ini melepas 355 juta lembar dari toal 1,07 Milyar lembar saham dan memperoleh dana sekitar Rp 250M.

Selama 7 tahun sejak IPO proses korporatisasi pemilik merek Sariayu ini berhenti. Belum melepas saham baru hingga saat ini. Mestinya IPO bukan puncak dari proses korporatisasi. IPO hanyalah satu "titik" dari sebuah "garis" korporatisasi untuk tumbuh masuk pasar berbagai bangsa.

 

SOP, KPI, Studi Kelayakan, Kelas Manajemen, Road Map, Konsultan Bisnis, Konsultan Manajemen, Konsultan Manajemen Bisnis, Management Sparring Partner, SNF Consulting

Penulis : Manajemen

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.