KINO Pasca IPO: Apakabar?
SAPA#0820: Initial Public Offering (IPO) adalah pintu pembuka bagi sebuah perusahaan yang teleh menemukan dan memiliki core competence untuk menyebarkan keahlian inti tersebut melampaui batas-batas negara. Pintu pembuka untuk sumber dana publik murah nyaris tanpa batas melalui serangkaian right issue pasca IPO untuk belanja modal menyebarluaskan core competence lintas bangsa. Tapi jangan lengah terhadap jebakan-jebakan IPO alias IPO TRAP. Perhatikan kinerja KINO yang justru menurun pasca IPO. Mari ambil pelajaran dari IPO KINO. "Perusahaan saya maah....masih kecil. Belum kepikiran untuk IPO". Bisa jadi Anda berpikir begitu. Tapi menghindari IPO TRAP tidak bisa dilakukan saat IPO. Justru harus jauh-jauh hari. Menjadi bagian dari road map perusahaan dalam jangka panjang. Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://t.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

KINO Pasca IPO: Apakabar?

DITULIS USER

Manajemen
ngopiTURIAL 02 Oct 2017 WIB

PT Kino Indonesia melakukan IPO pada 11 Desember 2015 sebanyak 228.571.500 lembar saham (16% dari total saham) dengan nama "KINO" dengan nilai nominal Rp 100 dan diserap pasar dengan harga Rp. 3800. Total dana yang diperoleh KINO melalui IPO adalah Rp 869 Milyar.
Dalam perencanaannya ketika IPO, KINO akan menggunakan 27% untuk pembelian (akuisisi) merek atau aset, 50% untuk belanja modal dan 23% sisanya untuk modal kerja.
Setelah IPO, tahun 2016 pendapatan KINO turun 3% dari Rp 3,604T menjadi Rp 3,493T. Laba turun 31% dari Rp 263M menjadi Rp 181 M. Apa yang terjadi? Apakah KINO terkena IPO TRAP? Ikuti terus Sarapan Pagi. 

Penulis : Manajemen

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.