Gergaji Korporatisasi: Pensiunnya Pendiri Boeing Company
SAPA#0903: Dengan pola gergaji korporatisasi, perusahaan akan terus tumbuh pesat di tangan para direksi dan CEO profesional berkinerja ekselen. Walau si pendiri sudah pensiun bahkan sudah tiada. Seperti Boeing. Dengan niat ihlas untuk ibadah, perusahaan yang memberi manfaat untuk masyarakat seluruh dunia akan menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak pernah terputus. Anda tertarik? Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://t.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Gergaji Korporatisasi: Pensiunnya Pendiri Boeing Company

DITULIS USER

Manajemen
ngopiTURIAL 27 Dec 2017 WIB

Dengan pola gergaji korporatisasi, konsep legal maupun akuntansi bahwa perusahaan terpisah dari pemegang saham terlaksana dengan sempurna secara praktis. Pendiri yang semula pesaham pengendali berangsur-angsur menurun kepemilikannya karena terdilusi seiring membesarnya perusahaan dan menguatnya sistem manajemen. Kaderisasi direksi pun berjalan secara sistem.

Pada saat yang dikehendaki, pendiri bisa pensiun dari posisi CEO dan menikmati masa tua. Perusahaan tetap tumbuh pesat. Secara finansial pendiri bisa menikmati dividen atau menjual sahamnya untuk menerima uang dalam jumlah yang lebih besar.

Sebagai contoh, William E. BOeing mendirikan Boeing Company pada tahun 1916 saat berusia 35 tahun. William pensiun dari posisi CEO sekaligus menjual sahamnya tahun 1934 saat berusia 53 tahun. Anak-anak William tidak ada yang berminat meneruskan bisnis bapaknya. Tanpa William pun, dengan sistem manajemen dan pola gergaji korporatisasinya, Boeing Company terus tumbuh dan merajai industri pesawat terbang hingga saat ini.

 

SOP, KPI, Studi Kelayakan, Kelas Manajemen, Road Map, Konsultan Bisnis, Konsultan Manajemen, Konsultan Manajemen Bisnis, Management Sparring Partner, SNF Consulting

Penulis : Manajemen

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.