BUMN Konstruksi: RI Vs. RRC

07 Nov 2017 10:19   ngopiTURIAL
BUMN Konstruksi: RI Vs. RRC
SAPA#0857: Bersatu kita teguh. Bhineka tunggal ika. Di dunai bisnis, kedua dasar filosofis itu dilaksanakan dengan menyatunya aset dan omzet melalui merger maupun akuisisi. Ingat, di industri konstruksi, persaingannya adalah dengan CSCEC dan pemain-pemain global lainnya. Bukan persaingan antara Wika, PP, Waskita, Adhi karya dan pemain-pemain lokal laiinnya. Persaingan memperebutkan proyek-proyek bangunan raksasasa penanda sejarah di lebih dari 200 negara, termasuk di Indonesia. Saatnya berubah. Saatnya bersatu dalam aset dan omzet. Saatnya bersatu dalam kebhinekaan secara nyata. Bukan sekedar kata kosong belaka. Saatnya berbuat. Kita bisa! Sarapan Pagi dipersembahkaan oleh SNF Consulting dari jalan Pemuda 60-70 Surabaya https://t.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Di bidang konstruksi, RI punya 4 BUMN go public yaitu Waskita Karya, Adhi Karya, PP dan Wijaya Karya (Wika). Pendapatan keempatnya (Tahun 2015) masing-masing adalah Rp 14T, Rp 9T, Rp 15T & Rp 14T (total Rp 52T).

Tahun 2015, pendapatan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), BUMN RRC yang juga hadir di RI & berdiri 1957, adalah RMB 881M (rp 1794T).

Dengan pendapatan besarnya, CSCEC makin dipercaya untuk proyek raksasa di berbagai negara seperti Masjid Raya Algiers (Aljazair) senilai USD 1,5 Milyar (Rp 22T). Sementara BUMN konstruksi RI masih terpecah-pecah kecil-kecil. Total pendapatan 4 BUMN RI di atas hanya 1/35 CSCEC. "Bersatu kita teguh" baru sebatas slogan.

 

SOP, KPI, Studi Kelayakan, Road Map, Kelas Manajemen, Konsultan Bisnis, Konsultan Manajemen Bisnis, Management Sparring Partner, SNF Consulting