Andai Bukan Raja Utang: Semen Indonesia Juga Bisa Akuisisi Eagle

11 Dec 2018 14:28   ngopiTURIAL
Andai Bukan Raja Utang: Semen Indonesia Juga Bisa Akuisisi Eagle
SAPA#1245: Andaikan Semen Indonesia tidak ber-mindset raja utang, bukan hanya Holcim Indonesia, Eagle Cement Filipina pun bisa diakuisisi. Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://t.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Tampilan di atas adalah data Eagle Cement Filipina dari Blomberg. Tampak rasio antara harga saham terhadap Eagle (P/E, prince to earning ratio) perusahaan bernilai PHP 77,5 M (IDR 21T) tersebut adalah 17. Artinya, dihitung dari kinerja tahun terakhir, harga 100% saham adalah setara dengan laba 17 tahun.

Data Semen Indonesia (SI) saat ini menunjukkan /E Ratio adalah 27. Artinya, SI bisa mengakuisisi Eagle karena biaya modalnya lebih rendah. Jika menerbitkan saham baru untuk akuisisi Eagle senilai IDR 21 Trilyun, investor di lantai bursa Jakarta hanya menuntut tambahan laba IDR 21/27 alias IDR 778 Milyar. Tuntutan itu akan jadi lebih kecil secara cash flow (Sesuai divident yield 1,11%) yaitu sebesar IDR 233 Milyar. Sementara Eagle mampu menghasilkan laba IDR 1,235 Trilyun.

 

Artinya, dengan korporatisasi, bukan dengan mental raja utang. SI bisa menawar Eagle senilai 20 tahun laba lebih. Dan atas transaksi itu, SI mengantongi selisih laba dan arus kas yang besar. SI bisa terus-menerus mengakuisisi perusahaan-perusahaan semen di berbagai negara.

 

SOP, KPI, Studi Kelayakan, Kelas Manajemen, Road Map, Konsultan Bisnis, Konsultan Manajemen, Konsultan Manajemen Bisnis, Management Sparring Partner, SNF Consulting