Ajinomoto: Pemegang Saham
SAPA#0817: Lalu untuk apa bersusah payah mendirikan dan membangun perusahaan jika akhirnya saya tidak lagi memegang kendali? Ini adalah pertanyaan yang sering muncul untuk menentang korporatisasi. Jawabnya, mempertahankan kendali (saham > 50%) artinya membatasi masuknya modal dari calon pesaham baru. Perusahaan dikekang untuk hanya berbelanja modal dari sebagian laba. Pertumbuhanpun lambat atau bahkan stagnan. Perusahaan seperti ini akan kalah memperebutkan kandidat SDM. Anak-anak muda progresif akan masuk ke perusahaan pesaing yang pertumbuhannya agresif. Konsumenpun akan lebih antusias berbelanja di pesaingnya yang agresif. Perusahaanpun akan tersingkir dari pasar. Sebaliknya dengan korppratisasi perusahaan akan tumbuh pesat dengan tambahan setoran modal dari pesaham baru secara terus menerus. Sistem manajemen terbangun. Mampu menjaring kandidat SDM terbaik. Pasar menyambut karena perusahaan memiliki crowding effect. Nilai perusahaan (market cap) berlipat. Memang pendiri prosentase sahamnya akan menjadi kecil. Bahkan mungkin tidak masuk pada 10 besar pemegang saham. Tapi nilainya berkali-kali lipat. Dividennya terus mengalir dengan stabil sampai anak cucu cicit tanpa memandang apapun pilihan karir mereka. Seperti di Ajinomoto. Sarapan Pagi persembahan SNF Consulting https://t.me/sarapanpagi — di SNF Consulting.

Ajinomoto: Pemegang Saham

DITULIS USER

Manajemen
ngopiTURIAL 28 Sep 2017 WIB

Tampilan diatas adalah sepuluh pemegang saham terbesar Ajinomoto per 31 Maret 2017. Posisi pertama adalah trust account pada The Master Trust Bank of Japan, Ltd. dengan 8,88%. Jumlah total pemegang saham adalah 83.101 orang/perusahaan. Total seluruh saham saat ini bernilai Rp 146 T.

Ajinomoto telah terkorporatisasi sempurna. Tidak ada pesaham pengendali (fully public company). Setiap keputusan diambil murni berdasarkan pertimbangan bisnis oleh direksi sesuai tata kelola perusahaan. Direksi dipilih secara voting oleh pesaham dalam RUPS.

Penulis : Manajemen

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.