Bekal Kemandirian, Warga Binaan Perempuan Lapas Banyuwangi Dilatih Keterampilan Seni Meronce Tas
Warga binaan perempuan di Lapas Banyuwangi dibekali keterampilan seni meronce tas. Pelatihan ini hasil kolaborasi Lapas Kelas IIA Banyuwangi bersama DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Banyuwangi. Pelatihan ini digelar di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Senin, 31 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut meronce tas ini diberikan untuk mengasah kreativitas sekaligus memberikan kecakapan hidup (life skill) bagi para warga binaan perempuan. Tujuannya, agar mereka tetap produktif selama menjalani masa pidana.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Banyuwangi, Angga Nurdiansyah, mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk pembinaan kemandirian yang sangat positif dan berharga bagi warga binaan.
"Pelatihan ini menjadi bekal keterampilan yang sangat penting bagi warga binaan setelah bebas nantinya. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada sesi pelatihan saja, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga binaan sehingga memberikan nilai manfaat yang nyata untuk kehidupan mereka kelak," katanya.
Dia mengapresiasi IWAPI Banyuwangi atas kepedulian dan kontribusi aktif mereka dalam mendukung program pembinaan bagi warga binaan perempuan di Lapas Banyuwangi.
Perwakilan DPC IWAPI Banyuwangi, Fitriah Wulandari, menegaskan, para warga binaan memiliki potensi besar untuk menguasai keterampilan berbakat yang memiliki nilai jual.
“Seni meronce tas merupakan salah satu kerajinan yang sangat potensial dan dapat dikerjakan secara fleksibel di sela-sela waktu mereka menjalani masa pidana,” jelasnya.