Video Wagub Kaltara Ngamuk Usai Tempeleng Kepala Dinas Pendidikan
Insiden memalukan terjadi saat apel HUT PGRI ke-72 di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, hari Senin 27 November kemarin. Video peristiwa itu menyebar sejak Selasa pagi, entah siapa yang memviralkan.
Wagub Kaltara Udin Hianggio marah karena dirinya tak dijadikan inspektur upacara (Irup) di Apel yang dihadiri 1.500 guru dan PNS itu.
Yang didapuk menjadi inspektur upacara dalam kegiatan itu justru Sekretaris Provinsi Badrun. Insiden itu terjadi saat Badrun memasuki tribun upacara. Melihat hal itu Udin langsung berdiri dan mengatakan bahwa dirinya lah yang seharusnya menjadi irup.
"Saya yang menjadi irup karena saya wagub. Saudara ini pejabat macam apa, baru mau jadi calon walikota sudah seenaknya melangkahi saya. Pokonya upacara dilaksanakan dan saya yang menjadi irup," ujar Wagub Udin.
Badrun pun lantas meninggalkan tribun upacara, ia kemudian bergegas menuju ke kantor Gubernur. Tak lama, Kadis Pendidikan Provinsi Kaltara Sigit Muryono mengambil pengeras suara, dan menyatakan upacara ditunda hingga waktu ditentukan kemudian.
Mendengar hal itu Udin tidak terima, ia langsung menghampiri Kadis Pendidikan dan melayangkan tangan kiri tepat ke arah wajah sebelah kanan Kadis Pendidikan. Kadis lantas membalas ke arah wajah wagub, namun balasan itu meleset dan hanya mengenai bahu kanan Udin.
Kadis pun kemudia ditarik oleh Pol PP, ia dibawa ke kantor gubernur untuk ditenangkan. Udin pun makin bereaksi, ia merebut microphone milik MC.
Sambil berjalan Wagub mengungkapkan kemarahannya, sebagaimana yang terlihat dalam video di bawah ini.
“Ada wakil gubernur, kok, dibatalkan? Apa itu?” teriak Udin. "Kekuasan itu dari Allah, kita sabar saja. Ini contoh pemimpin yang tidak patut diteladani," tambah Udin.
Udin kemudian menyinggung soal surat teguran yang ditujukan kepadanya yang sampai ke Presiden. Perkataan itu diduga ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.
“Bikin teguran kepada wakil gubernur sampai ke Presiden," ujar dia.
Dia juga mengatakan bahwa selama menjabat Ketua DPRD Kota Tarakan dan Wakil Wali Kota Tarakan, dirinya tidak menganggap posisi wakil merupakan seorang bawahan.
"Saya dulu pernah Wali Kota dan punya wakil, namun tidak pernah menganggap wakil saya sebagai anak buah tapi mitra," ujar Udin, yang mantan Wali Kota Tarakan itu.
Akibat insiden itu, upacara pun dibatalkan. Udin pun sempat meminta maaf kepada seluruh peserta.
"Seluruh peserta ini mohon maaf, ini karakter pemimpin-pemimpin kita yang kurang ajar," katanya.
Terlihat ada seorang pria yang mengenakan seragam Korpri berjalan mendekati Udin sambil mengusap-usap punggung sang wakil gubernur.
"Kasihan ini guru-guru yang mendidik kita. Sabar aja pak, insha allah kebenaran itu Allah akan tentukan," kata Udin.
Peserta yang hadir pun terdengar menyahuti ucapan Udin. "Betul.. betul.. amin.. amin," ujar para peserta. (frd)
Advertisement