Update Harga Emas 29 Desember 2025: Antam Turun Rp9.000, Galeri24 dan UBS Naik
Harga emas batangan hari ini, Senin 29 Desember 2025, menunjukkan pergerakan beragam di pasar domestik seiring momentum libur Natal dan akhir tahun. Berdasarkan data resmi Pegadaian, harga emas Antam mengalami penurunan, sementara emas Galeri24 dan UBS kompak mencatat kenaikan.
Pergerakan harga emas ini mencerminkan dinamika pasar menjelang penutupan tahun 2025. Minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) masih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
Harga Emas Batangan Hari Ini
Update: 29 Desember 2025
Denominasi | Galeri24 | Antam | UBS |
0,5 gram | Rp1.378.000 | – | Rp1.451.000 |
1 gram | Rp2.627.000 | – | Rp2.684.000 |
2 gram | Rp5.175.000 | – | Rp5.326.000 |
5 gram | Rp12.841.000 | – | Rp13.160.000 |
10 gram | Rp25.613.000 | – | Rp26.182.000 |
25 gram | Rp63.873.000 | – | Rp65.327.000 |
50 gram | Rp127.646.000 | – | Rp130.386.000 |
100 gram | Rp255.166.000 | – | Rp260.667.000 |
250 gram | Rp636.348.000 | – | Rp651.476.000 |
500 gram | Rp1.272.696.000 | – | Rp1.301.422.000 |
1.000 gram | Rp2.545.391.000 | – | – |
Sumber: Pegadaian/Antam
Perbandingan Harga Emas 27–29 Desember 2025
Jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, pergerakan harga emas tercatat sebagai berikut:
Emas Antam 1 gram: dari Rp2.605.000 menjadi Rp2.596.000 (turun Rp9.000)
Emas Galeri24 1 gram: dari Rp2.612.000 menjadi Rp2.627.000 (naik Rp15.000)
Emas UBS 1 gram: dari Rp2.671.000 menjadi Rp2.684.000 (naik Rp13.000)
Kenaikan harga terjadi hampir di seluruh denominasi Galeri24 dan UBS, menandakan sentimen positif investor terhadap emas fisik di penghujung tahun.
Prospek Harga Emas Akhir Tahun 2025
Analis menilai pergerakan harga emas akhir tahun 2025 cenderung fluktuatif. Penurunan harga emas Antam membuka peluang beli bagi investor ritel, sementara penguatan emas Galeri24 dan UBS dapat dimanfaatkan sebagai alternatif investasi jangka menengah hingga panjang.
Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, emas diperkirakan tetap menjadi instrumen favorit untuk menjaga nilai aset.