UGM Dukung Pendirian Politeknik Agroindustri di Blora
Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora untuk mendirikan Politeknik Agroindustri.
Dukungan ini disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, dan sejumlah guru besar dari fakultas lainnya kepada Bupati Blora, Arief Rohman.
Dukungan itu disampaikan saat bupati berkunjung ke UGM Yogyakarta, pada 28 Februari 2025, usai mengikuti retret di Magelang. "Beliau-beliau pada dasarnya siap mendukung dan membantu pembentukan Politeknik di Blora," ungkap Arief Rohman, pada suatu kesempatan.
Menurutnya, dukungan dari UGM ini akan semakin memperkuat niat Pemkab Blora untuk mendirikan perguruan tinggi. Rencananya, politeknik ini dapat berstatus negeri atau swasta, dan akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan.
"Ini untuk anak-anak petani peternak Kabupaten Blora. Agar generasi pertanian dan peternakan kita tidak kepaten obor. Apalagi tingkat pendidikan anak-anak petani kita yang melanjutkan ke perguruan tinggi masih rendah. Karena terkendala jarak yang jauh, harus membantu orang tua, dll. Sehingga ketika kampusnya ada di Blora, akan lebih baik," jelas Bupati Arief.
Dekan Fakultas Peternakan UGM berencana mengadakan forum resmi lintas fakultas untuk menyusun naskah akademis terkait tahapan pendirian Politeknik Agroindustri Blora. Selain itu, UGM juga siap mengirimkan lulusan terbaiknya untuk menjadi dosen di politeknik tersebut.
"Nanti bisa fresh graduate dari UGM menjadi dosennya. Atau di BKO kan ke Blora. Kita naturalisasikan bersama para Diaspora. Mari para diaspora Blora yang ahli pertanian peternakan perikanan dan kehutanan, kita sengkuyung bersama. Mulai dari sekarang kita siapkan SDM unggul untuk melanjutkan pengelolaan potensi Blora yang luar biasa pada 4 bidang di atas," ajak Bupati Arief.
Dia menambahkan Prof. Ir. Budi Guntoro menilai bahwa Blora memiliki potensi yang lengkap di bidang agroindustri. Pendirian politeknik ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden yang memprioritaskan pembangunan ketahanan pangan.
Untuk lokasi kampus, Bupati Arief menyatakan bahwa sementara akan digunakan gedung aset Pemkab Blora yang ada terlebih dahulu. Ia berharap politeknik ini dapat mulai beroperasi pada tahun depan.
Advertisement