Transaksi Ekonomi Selama Gelaran BEC 2026 dan SCF Capai Rp1,22 miliar
Pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dan Sekarkijang Creative Festival (SCF) memberikan berkah bagi pelaku UMKM Banyuwangi. Gelaran BEC dan empat hari penyelenggaraan pameran SCF yang melibatkan 624 pelaku UMKM mencatatkan nilai transaksi business matching hingga Rp1,22 miliar.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Achmad, mengatakan, kolaborasi SCF dengan BEC mampu memperluas dampak ekonomi. Menurutnya, capaian tahun ini meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan SCF dan BEC tahun sebelumnya.
“Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dengan Sekarkijang Creative Festival berhasil melibatkan lebih dari 624 UMKM, menarik lebih dari 9.000 pengunjung, serta membukukan transaksi business matching senilai lebih dari Rp 1,22 miliar, dan mencatat potensi pembiayaan mencapai Rp 2,8 miliar,” jelasnya.
Pada malam penutupan tersebut juga diumumkan penerima Best Costume BEC 2026. Penghargaan ini diraih Arinal Firdaus dari kategori pakaian VOC dan Sekutu melalui kostum “Antek-Antek VOC” dalam tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”.
Rangkaian penutupan BEC 2026 turut dihadiri peserta The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026. Acara ditutup dengan konser musik yang menghadirkan Denik Armila bersama sejumlah penampil hiburan lainnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, BEC tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga untuk menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat. Aktivitas UMKM, pedagang kaki lima, pelaku kuliner, transportasi, perhotelan hingga penjual suvenir mengalami peningkatan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Yang paling penting dalam sebuah event selain menyenangkan masyarakat dengan penyelenggaraan BEC, juga mampu memfasilitasi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima agar mendapat berkah BEC,” kata Ipuk.
Ipuk menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan BEC merupakan hasil kolaborasi ratusan pelaku seni, panitia, relawan, sponsor, media hingga masyarakat yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kita mengapresiasi kepada orang-orang yang sudah bekerja luar biasa. Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kita semuanya untuk terus berkarya dengan baik,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terhadap BEC tahun ini juga sangat tinggi. Ribuan wisatawan hadir, sementara lebih dari 100 ribu penonton memadati kawasan karnaval. Banyak pedagang kecil juga berjualan.
“BEC telah menjadi magnet pariwisata. Mari kita pertahankan dan kita kuatkan dengan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi,” ujar Ipuk.