Tiga Ton Botol Infus Bekas Masuk Surabaya
Surabaya :Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Biak Numfor, Papua bekerja sama dengan Bank Sampah Malang mengirim tiga ton sampah botol infus ke Surabaya untuk dijual.
"Pengiriman sampah botol infus akan dilakukan akhir Agustus, ya diharapkan kerja sama pengelolaan limbah dengan Bank Sampah Malang dapat memberikan pendapatan untuk warga lokal," kata ZL Mailoa Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan di Biak, Jumat (18/8/2017).
Ia mengatakan limbah infus dari rumah sakit umum daerah dan puskesmas di Kabupaten Biak Numfor cukup banyak.
Sedangkan sampah lain yang akan dikirim ke Malang, menurut Mailoa, yakni berupa tujuh ton kertas karton.
"Saya optimistis program kerja sama manajemen bank sampah Malang dengan DLHK dapat saling memberikan manfaat positif untuk pengelolaan limbah sampah menjadi bernilai ekonomi," katanya.
Ia mengatakan jumlah sampah di Biak ,hingga pertengahan Agustus 2017 mencapai 70-75 ton per hari.
"Limbah sampah rumah tangga dan limbah pasar dari tujuh persen diantaranya sudah dimanfaatkan menjadi pangan ternak," katanya. (ant/wah)